Printers Row Lit Fest 2026 Hadirkan 200 Penulis di Chicago
Penyelenggara Printers Row Lit Fest mengumumkan jajaran lebih dari 200 penulis, jurnalis, penyair, dan penulis skenario yang akan mengisi festival literasi gratis ini pada 12-13 September 2026 di Chicago. Penyelenggaraan tahunan ke-41 tersebut tetap dilaksanakan meski memicu keberatan dari sejumlah penulis Yahudi karena bertepatan dengan hari raya Rosh Hashanah.
Acara literasi luar ruangan terbesar dan tertua di wilayah Midwest ini diperkirakan bakal menarik perhatian lebih dari 100.000 pengunjung. Sejumlah nama besar yang dipastikan hadir di antaranya penulis asal Chicago Scott Turow, jurnalis penyiaran Geoff Bennett, Scott Simon dari NPR, penulis laris Eve Ewing, serta penyair Mayda Del Valle. Festival ini juga akan menganugerahkan Harold Washington Literary Award kepada Patti Smith dalam acara gala pra-event.
Direktur Pemrograman Festival, Amy Danzer, menyoroti keberagaman jajaran pengisi acara tahun ini yang mencakup diskusi seputar buku-buku baru mengenai kuliner, musik, hingga olahraga. Selama dua hari penyelenggaraan, berbagai panel akan membahas isu-isu hangat seperti peran jurnalisme dalam demokrasi Amerika Serikat, perkembangan hubungan masyarakat dengan teknologi, hingga maraknya pelarangan buku di tingkat nasional.
"Kami memiliki rentang yang sangat luas. Kami memiliki buku-buku baru tentang makanan, musik, dan olahraga — banyak buku olahraga tahun ini, saya tidak tahu apakah ini dipengaruhi oleh 'Heated Rivalry' atau apa," kata Danzer.
Danzer menambahkan bahwa jajaran pengisi acara kali ini menjadi salah satu yang paling berprestasi dan paling bervariasi sepanjang sejarah penyelenggaraan festival.
Di sisi lain, tumpang tindih jadwal festival dengan Tahun Baru Yahudi memicu kritik dari kalangan penulis lokal. Penulis Lisa Barr menyampaikan bahwa penjadwalan festival besar di tengah hari raya suci memberikan pesan yang sangat menyakitkan bagi komunitas yang merayakannya.
Juru bicara festival, Brian Berg, memberikan penjelasan terkait tantangan operasional dalam pemilihan tanggal penyelenggaraan tahun ini.
"Sebagai seseorang yang beragama Yahudi, saya berharap ada akhir pekan yang dapat menghindari konflik dengan Hari Raya Besar," kata Berg.
Berg menjelaskan bahwa setiap akhir pekan memiliki kendala besar, sehingga pihak panitia harus mempertimbangkan seluruh faktor secara matang sebelum menentukan opsi terbaik.
"Setiap akhir pekan menghadirkan tantangan signifikan, dan setelah mempertimbangkannya dengan sangat cermat dan berat, kami memilih opsi yang paling menyeimbangkan realitas operasional, keuangan, dan penjadwalan, sambil tetap berusaha menjaga festival ini gratis dan dapat diakses oleh banyak orang," kata Berg.
Keputusan tersebut diambil demi mempertahankan aksesibilitas acara bagi publik luas meskipun panitia menyadari adanya perbedaan pandangan dari berbagai pihak.
"Saya menghormati bahwa orang-orang yang bijak mungkin tidak setuju dengan keputusan ini. Kami sangat menghargai perspektif semua orang, dan saya berharap kita memiliki kesempatan untuk menyambut mereka kembali tahun depan," kata Berg.
Rangkaian agenda festival juga akan diisi oleh sejarawan pemenang Hadiah Pulitzer Heather Ann Thompson, novelis Viet Thanh Nguyen, serta diskusi peran jurnalisme bersama jurnalis Chicago Tribune Gregory Royal Pratt, Andrew Carter, Laura Rodriguez Presa, dan Erika Slife. Selain itu, kelompok teater anak Broadway Dropouts dan pendiri Chicago Multi-Cultural Dance Center Homer Hans Bryant turut dijadwalkan mengisi sesi pertunjukan interaktif.