Salihara International Performing Arts Festival 2026 Resmi Dibuka
Komunitas Salihara menggelar Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) di Jakarta Selatan pada Sabtu (1/8/2026). Pembukaan festival seni pertunjukan dua tahunan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 ini ditandai dengan pementasan tari bertajuk Orfeous, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pertunjukan berdurasi 50 menit tersebut diawali dengan pembacaan penggalan puisi Orfeous karya Goenawan Mohamad oleh narator Rebecca Kezia. Pementasan memperagakan lakon tentang kisah pilu Orfeous dan Euridice yang diiringi permainan piano komposer Sri Hanuraga serta gerakan khas koreografer Melati Suryodarmo.
Sajian karya tari ini mengombinasikan adegan gerak lambat dan elemen drama bisu atau tableau vivant. Koreografer pertunjukan menjelaskan bahwa konsep visual tersebut menjadi bagian krusial dalam membentuk gestur penari di atas panggung.
"Tableau vivant ini penting sekali dalam sejarah visual. Karena menumbuhkan gambar, dari images ke body, membeku beberapa saat," katanya saat ngobrol dengan awak media di Komunitas Salihara, belum lama ini.
Kisah dari Mitologi Yunani yang diangkat dalam pertunjukan ini dinilai tetap relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Tema kepergian dan perpisahan digambarkan membawa makna tersendiri bagi setiap generasi.
"Gimana kita sebagai manusia hidup 3.000 tahun kemudian, kebebasan dari kita yang sekarang. Kalaupun wayang diinterpretasikan mungkin akan lebih dimengerti oleh anak Gen Z," katanya.
Narasi pementasan juga menyentuh pemaknaan mendalam mengenai fase kehidupan dan peralihan masa-masa sulit manusia.
"Kematian bukan sesuatu yang kita tahu, ada yang mengatakannya 'aku sudah mati seratus kali'. Itu (kematian) akhirnya jadi sebuah fase, seperti kegelapan sebelum pencerahan. Gimana menghadapi masa kedelapan, bahwa ada masa pencerahan sesudahnya," tukasnya.
Pementasan tari Orfeous menjadi pembuka dari rangkaian acara SIPFest yang menghadirkan seniman lintas negara. Sejumlah nama internasional seperti Sankai Juku dari Jepang, Ho Rui An dari Singapura, Wang Chong dari Tiongkok, serta Monica Lim dan Mindy Meng Wang turut dijadwalkan tampil bersama seniman Indonesia seperti Rukman Rosadi, Siko Setyanto, dan KUNTARI.