Keluarga Danru Damkar Cipayung Terima Santunan Dan Kenaikan Pangkat
Keluarga Kepala Regu Pemadam Kebakaran Sektor Cipayung, Andriyono, menerima santunan senilai Rp 344 juta dan kenaikan pangkat luar biasa setelah almarhum gugur saat menangani kebakaran di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan santunan dari PT Taspen sebesar Rp 344.161.500 tersebut kepada istri dan putri almarhum, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Selain santunan uang tunai, almarhum Andriyono juga memperoleh kenaikan pangkat luar biasa dari golongan 3A menjadi 3B.
Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto mengonfirmasi pemberian hak-hak tersebut saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat.
"Pada kesempatan baik ini tadi sudah diberikan juga santunan dari Taspen sebesar Rp 344.161.500 untuk almarhum dan kami juga berikan kenaikan pangkat luar biasa dari 3A ke 3B. Ini memberikan penghargaan kepada almarhum atas dedikasinya mengabdi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta," kata Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto.
Uus menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus memastikan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kami atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan turut belasungkawa. Insyaallah almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan keluarga besar almarhum, ahli waris, akan diberikan kekuatan, ketabahan," kata Uus.
Atas nama instansi, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta Bayu Megantara turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya personel tersebut pada operasi pemadaman di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Sabtu (3/8).
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Kepala Disgulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara.
Dalam kesempatan terpisah, Bayu menerangkan kronologi penanganan kebakaran tumpukan sampah yang bermula dari laporan warga pada Sabtu (1/8) pagi. Pihaknya mengerahkan 10 unit mobil pemadam serta 50 personel, di mana almarhum bertugas mencari sumber air dan tidak berhadapan langsung dengan titik api.
"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," ungkap Bayu.