Jaringan Listrik Kuba Lumpuh Total Akibat Krisis Energi dan Blokade AS

Share

Jaringan listrik di Kuba lumpuh total pada Minggu malam (2/8), menyelimuti negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa dalam kegelapan menyusul krisis energi dan blokade minyak dari Amerika Serikat, dilansir dari Detikcom.

Lumpuhnya jaringan listrik ini terjadi setelah tiga pemadaman nasional sepanjang Juli, memperparah kondisi infrastruktur energi yang sudah menua di Kuba.

Operator jaringan listrik milik negara, Union Electrica de Cuba, tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi tersebut melalui media sosial mereka.

Tekanan pada sistem listrik meningkat karena pemerintah Kuba kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar impor akibat blokade minyak yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Blokade ini diberlakukan setelah Washington berupaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro melalui operasi militer pada Januari lalu. Venezuela selama ini menjadi pemasok minyak utama bagi Kuba.

Selain itu, pasokan minyak dari Meksiko juga terhenti karena tekanan AS yang semakin meningkat terhadap Kuba.

Krisis energi ini beriringan dengan upaya pembukaan sektor energi Kuba yang selama ini sangat dikontrol ketat. Langkah ini didorong oleh kelangkaan bahan bakar dan sanksi berat dari AS.

Pemerintah Kuba baru-baru ini memberikan izin untuk usaha impor bahan bakar yang didukung pihak asing, serta mengizinkan hampir 200 perusahaan Kuba berpartisipasi dalam distribusi bahan bakar secara grosir.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: blokade Energi krisis Kuba listrik
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author