UNESCO Tetapkan Situs Arkeologi Asuka-Fujiwara di Nara Jadi Warisan Dunia
UNESCO menetapkan kelompok situs purbakala di Prefektur Nara, Jepang, sebagai Warisan Dunia ke-27 untuk negara tersebut. Keputusan itu diumumkan dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026, seperti dilansir dari Detik Travel.
Situs bernama resmi "Asuka-Fujiwara: Situs Arkeologi Ibu Kota Kuno Jepang dan Properti Terkait" ini mengandung 19 situs arkeologi, termasuk reruntuhan Istana Asuka dan Istana Fujiwara, serta makam kuno dan reruntuhan kuil Buddha yang terkait dengan pembentukan negara terpusat Jepang.
Walikota Kashihara, Tadahiko Kameda, menyatakan, "Sebuah halaman baru telah ditambahkan ke sejarah. Masih ada tugas besar di depan untuk melindungi situs-situs kuno yang menakjubkan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin." Pemerintah Kota menyediakan area nonton bersama untuk memantau sidang secara langsung, dihadiri sekitar 1.000 orang termasuk warga dan pihak terkait, dengan suasana meriah saat pengumuman.
Kepala desa Asuka, Yuichi Morikawa, menyampaikan keinginannya untuk menjaga kelestarian situs ini bagi generasi mendatang bersama masyarakat setempat. Desa Asuka sendiri menyimpan 15 dari total 19 situs, yang berasal dari akhir abad keenam hingga awal abad kedelapan.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang berasal dari Prefektur Nara, mengapresiasi penetapan ini. Ia menyatakan, "Situs-situs tersebut, harta karun Jepang, telah menjadi harta karun dunia. Kami akan terus melindungi warisan berharga ini."
Beberapa makam terkenal seperti Takamatsuzuka dengan mural warna cerah dan makam Kitora yang menyimpan peta astronomi tertua di Asia Timur juga termasuk dalam situs ini. Penetapan ini menjadi Warisan Dunia baru pertama untuk Jepang dalam dua tahun terakhir, setelah kompleks tambang emas dan perak Pulau Sado pada 2024.
Sebelumnya, badan penasihat UNESCO memberikan rekomendasi positif pada Juni 2026 agar situs ini masuk daftar Warisan Budaya Dunia, sehingga kini Jepang memiliki total 22 situs Warisan Budaya dan lima situs Warisan Alam Dunia.