Remaja 14 Tahun di Bandung Amputasi Kaki Usai Jatuh

Share

Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Osi Aulia di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, harus merelakan kaki kanannya diamputasi akibat tumor tulang usai terjatuh karena takut digigit anjing, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (3/8/2026).

Insiden terjatuh di dekat kediamannya tersebut memicu diagnosa medis berat hingga tindakan amputasi harus diambil. Akibat rangkaian pengobatan medis dan kondisi fisik pascaoperasi, Osi terpaksa menghentikan aktivitas pendidikannya di jenjang kelas 8 SMP selama satu tahun.

Kondisi ekonomi keluarga yang prasejahtera menjadi hambatan utama bagi Osi untuk mendapatkan alat bantu mobilitas. Ayahnya tidak berpenghasilan karena sakit, sementara sang ibu bekerja sebagai buruh pemetik teh di perkebunan.

Sebelum menjalani tindakan medis, Osi aktif membantu perekonomian keluarga dengan berjualan gorengan di sekitar lingkungan rumahnya. Penghasilan tersebut digunakan untuk meringankan beban ibunya, Popon, yang bekerja memetik puluhan kilogram daun teh sejak dini hari.

"Awalnya jatuh terus nggak bisa bangun. Ini udah setahun," kata Osi.

Osi bertekad untuk kembali melanjutkan sekolahnya yang tertinggal di jenjang kelas 9 apabila telah memiliki kaki palsu. Kebutuhan alat bantu medis tersebut menjadi kendala utama akibat akses rumah sakit yang jauh serta tingginya biaya transportasi dari tempat tinggalnya.

Relawan organisasi sosial berbuatbaik.id, Heri, menilai pemenuhan akses pendidikan bagi Osi merupakan hal vital untuk mengangkat derajat ekonomi keluarganya. Pendidikan formal dinilai perlu dituntaskan setidaknya hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Kendati fasilitas JKN-KIS dapat diakses masyarakat, penyediaan program pengadaan kaki palsu bagi kelompok prasejahtera masih sangat diperlukan untuk menunjang proses terapi dan pemulihan kemandirian fisik pasien.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author