Iran Eksekusi Mati Dua Pria Tersangka Mata-mata untuk Israel
Otoritas Iran mengeksekusi mati dua pria pada Senin (3/8) yang dihukum karena menjadi mata-mata untuk Israel, dalam gelombang hukuman gantung terbaru atas tuduhan spionase, dilansir dari Detikcom.
Sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat yang dimulai Februari, eksekusi mati di Iran meningkat. Banyak terpidana didakwa sebagai mata-mata intelijen Israel.
"Omid Behzad dan Pouria Safvat digantung pagi ini karena mengirimkan koordinat situs militer dan keamanan sensitif kepada agen Mossad," lapor Mizan, media kehakiman Iran, mengacu pada intelijen luar negeri Israel.
Kedua pria itu dihukum karena "spionase dan kolaborasi dengan rezim Zionis" tanpa informasi kapan mereka ditangkap atau diadili.
"Mereka membantu dinas intelijen mencapai tujuan mereka dengan memberi mereka informasi tentang pusat-pusat militer dan keamanan selama perang," tambah Mizan.
Perang yang meletus 28 Februari dengan serangan besar AS dan Israel menyebabkan peningkatan jumlah eksekusi mati di Iran.
Menurut Amnesty International dan kelompok hak asasi lainnya, Iran adalah negara dengan eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China.
Otoritas Iran mengeksekusi setidaknya 1.639 orang tahun lalu, rekor tertinggi sejak 1989, menurut Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty (ECPM).
Sebelumnya, Amnesty mengecam eskalasi eksekusi mati setelah hukuman gantung dua pria yang terlibat dalam protes anti-pemerintah diumumkan pekan lalu.