BPK Terapkan Kecerdasan Buatan untuk Audit Mulai Tahun Depan
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berencana menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat sistem pemeriksaan audit mulai tahun depan. Kebijakan baru tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana di Kementerian Imipas, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Tahun depan Bapak-Ibu sekalian, kita akan mencoba sistem yang namanya AIFOR. Artificial Intelligence Forecast Audit," kata Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana.
Nyoman menjelaskan bahwa penerapkan AI bertujuan untuk memastikan hasil audit yang diberikan kepada kementerian dan lembaga sudah teruji secara menyeluruh sebelum diserahkan. Sistem tersebut dirancang agar laporan akhir mencakup penilaian dari berbagai pihak terkait secara komprehensif.
"Jadi audit yang kami berikan ke Bapak-Ibu sekalian bukan hanya masalah sampling dan kedalamannya saja, tapi sudah proven. Sudah memasukkan pendapat dan penilaian mulai melibatkan banyak akademisi dan lain sebagainya," ucap Nyoman Adhi Suryadnyana.
Melalui inovasi teknologi ini, BPK juga berupaya mengukur efektivitas dan kualitas kinerja internal lembaga secara berkelanjutan.
"Kami juga akan menghasilkan outcome, salah satu outcome-nya adalah menilai apakah rekomendasi kita kualitasnya juga semakin naik, semakin naik. Jadi bukan hanya mengaudit Bapak-Ibu dan memberikan rekomendasi tapi kita juga akan menilai diri kita sendiri," ujar Nyoman Adhi Suryadnyana.
Setiap instansi pemerintah diharapkan dapat segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPK dari hasil pemeriksaan tersebut.
"Perbaikan ini kami harapkan menjadi perbaikan yang sistemik dan berdampak kepada kementerian dan lembaga yang Bapak-Ibu pimpin," imbuh Nyoman Adhi Suryadnyana.