Atraksi Memberi Makan Kera Sangeh Dongkrak Wisatawan dan Hemat Biaya

Share

Atraksi memberi makan kera secara langsung di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Bali, sukses mendongkrak angka kunjungan wisatawan sekaligus menekan biaya operasional pakan satwa, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Selasa (28/7/2026).

Pengelola mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke hutan seluas 14 hektare tersebut meningkat signifikan dari 144.733 orang pada 2024 menjadi 206.458 orang pada 2025, yang didominasi oleh pelancong mancanegara. Selain itu, pakan yang dibeli wisatawan berhasil memangkas anggaran makan 700 ekor kera dari Rp 30 juta menjadi Rp 18 juta per bulan.

Seorang wisatawan asal Probolinggo, Hamdani, membagikan pengalamannya saat mengunjungi destinasi tersebut untuk pertama kali dengan membeli paket pakan seharga Rp 20 ribu.

"Sebetulnya agak takut digigit dan dicakar, tapi sejauh ini aman karena (monyet) dikasih makan," kata Hamdani.

Kecemasan pengunjung berkurang karena petugas Hutan Kera Sangeh sigap berkeliling membawa katapel untuk memantau dan mengusir kera yang membahayakan.

"Asalkan ikuti petunjuk mereka (petugas) jadi tak takut digigit atau dicakar monyet," kata Hamdani.

Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh Ida Bagus Gede Pujawan menjelaskan bahwa program interaksi pakan ini telah dibuka sejak Januari 2024 untuk memfokuskan perhatian primata agar tidak mengganggu barang bawaan pengunjung.

"Justru dengan monkey feeding ini monyet lebih fokus pada makanan," kata Pujawan.

Pujawan menambahkan, pengelola tetap memberi makan rutin dua kali sehari pada pukul 06.00 dan 11.00 WITA untuk menjaga keteraturan perilaku satwa.

"Makanannya kami taruh di tempat-tempat tertentu," kata Pujawan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Hutan Kera Sangeh Wisata Bali
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author