8 Ilmuwan Indonesia Beserta Penemuannya yang Mendunia
Published
·
2 Reads
Indonesia memiliki banyak ilmuwan yang penemuannya diakui dunia dan hasil karyanya masih terus terpakai sampai saat ini. Berikut adalah daftar 8 ilmuwan Indonesia yang penemuannya berhasil mendunia.
- RM Sedyatmo — Lulusan ITB tahun 1934 yang menemukan teknik arsitektur 'fondasi cakar ayam' yang diakui di sekitar 40 negara. Teknik konstruksi ini menggunakan pelat beton bertulang tipis yang disokong pipa beton vertikal agar bangunan tetap kokoh di atas tanah lunak.
- Khoirul Anwar — Lulusan Nara Institute of Science and Technology Jepang yang meriset konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) sebagai cikal bakal jaringan 4G LTE dan menjadi standar ITU pada 2005. Ia juga memegang hak paten sistem deteksi ilegal transmitter untuk teknologi 5G.
- Prof Dr Mezak Arnold Ratag — Ilmuwan kelahiran Malang yang menghasilkan lebih dari 100 karya ilmiah internasional dan namanya diabadikan di 120 Planetary Nebula Cluster, seperti Ratag-Zijlstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster.
- BJ Habibie — Presiden ketiga Indonesia yang memegang lebih dari 40 hak paten di bidang teknik penerbangan internasional, termasuk Teori Crack Propagation untuk mendeteksi kerusakan badan pesawat. Ia juga berhasil menciptakan pesawat pertama asli Indonesia, N-250 Gatotkaca.
- Dr Joe Hin Tjio — Ilmuwan kelahiran Pekalongan yang menemukan fakta ilmiah bahwa jumlah kromosom manusia adalah 46 buah atau 23 pasang melalui penelitiannya di Swedish University of Lund.
- Adi Utarini — Akademisi Universitas Gadjah Mada yang masuk dalam daftar Nature's 10 tahun 2020 berkat riset teknologi penanggulangan demam berdarah yang berhasil mengurangi kasus hingga 77 persen di beberapa kota besar Indonesia.
- Tri Mumpuni — Lulusan IPB University yang masuk dalam 22 Most Influential Muslim Scientists atas kontribusinya membangun setidaknya 65 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) untuk kemandirian masyarakat di desa-desa terpencil.
- Tjokorda Raka Sukawati — Lulusan teknik sipil ITB yang menemukan konstruksi Sosrobahu atau Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) untuk mempermudah pembangunan jalan layang tanpa mengganggu lalu lintas, yang bahkan digunakan dalam pembangunan jembatan di Seattle, Amerika Serikat.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author