Sering Mengunyah Es Batu Berisiko Menandakan Gangguan Kesehatan Pagophagia

Share

Kebiasaan mengunyah es batu yang muncul setiap hari dan sulit dihentikan berisiko mengindikasikan masalah kesehatan tertentu. Dorongan kuat untuk mengonsumsi es secara berulang dikenal dengan istilah medis pagophagia, seperti dilansir dari Detik Food. Para ahli menemukan keterkaitan erat antara pagophagia dan anemia akibat kekurangan zat besi.

Keinginan mengunyah es tersebut dilaporkan dapat mereda setelah kadar zat besi di dalam tubuh kembali normal. Selain defisiensi zat besi, pagophagia juga berkaitan dengan kondisi mulut kering serta kekurangan mineral tertentu. Gangguan kesehatan mental seperti gangguan obsesif kompulsif atau OCD turut dikaitkan dengan munculnya dorongan ini.

Para peneliti menduga sensasi dingin es dapat membantu meningkatkan tingkat kewaspadaan bagi penderita anemia. Namun, mekanisme pasti di balik fenomena medis tersebut masih terus diteliti hingga saat ini.

Aktivitas mengunyah es batu secara konstan berpotensi merusak lapisan enamel sehingga gigi menjadi lebih sensitif. Tekanan saat menggigit es juga berisiko memicu gigi retak serta merusak struktur tambalan maupun kawat gigi. Penanganan kondisi ini disesuaikan dengan faktor penyebabnya, seperti pemberian suplemen dan penyesuaian pola makan kaya zat besi oleh dokter. Pemeriksaan medis disarankan jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus dan disertai keluhan lain.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author