Serangan Udara Israel di Gaza Menewaskan 13 Warga Sipil

Share

Sebanyak 13 warga sipil tewas akibat serangkaian serangan udara militer Israel yang menghantam sejumlah bangunan permukiman di Jalur Gaza pada Minggu (3/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Otoritas Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa delapan korban jiwa tewas dalam gelombang serangan sekitar tengah malam. Sementara itu, lima warga lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan terpisah yang dilancarkan pada siang hari.

Satu serangan helikopter militer Israel yang menyasar sebuah apartemen di wilayah tengah Jalur Gaza menewaskan sepasang suami istri serta melukai beberapa orang lainnya. Di wilayah barat Kota Gaza, serangan udara terpisah menewaskan seorang pria lanjut usia dan seorang anak-anak.

Korban jiwa juga berjatuhan di wilayah selatan, di mana tiga orang termasuk seorang anak tewas setelah bangunan permukiman di barat laut Khan Younis dihantam serangan. Selain itu, tembakan drone Israel di dekat kamp pengungsian Jabalia, Gaza utara, mengakibatkan satu warga sipil tewas dan empat lainnya luka-luka.

Menjelang fajar, serangan udara kembali menghantam sebuah apartemen di barat Kota Gaza yang menewaskan satu keluarga terdiri dari suami, istri yang sedang mengandung, dan anak mereka. Di Deir al-Balah, Gaza tengah, dua orang kakak beradik tewas setelah kendaraan mereka dihantam serangan drone.

Eskalasi militer ini terjadi setelah Hamas menyatakan persetujuannya pada Jumat lalu terhadap rencana penghentian perang yang didorong Presiden Serikat Donald Trump, yang mencakup pelucutan senjata bertahap dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Meskipun demikian, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait kesepakatan tersebut. Sumber politik Israel menyebutkan bahwa penarikan pasukan militer tidak akan dilakukan tanpa adanya proses pelucutan senjata yang nyata dari pihak Hamas.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Gaza Israel Konflik Gaza
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author