Lazio Siapkan Skuad Menghadapi Ascoli dalam Laga Uji Coba

Share

Pelatih Lazio Gennaro Gattuso merilis daftar skuad resmi untuk pertandingan uji coba pramusim melawan Ascoli di Stadion Del Duca pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 20.45 waktu setempat. Laga ini digelar usai tim Serie A tersebut memetik kemenangan 6-3 atas Avellino.

Pertandingan di Stadion Del Duca disambut antusiasme tinggi hingga tiket pertandingan terjual habis dengan kehadiran lebih dari 11 ribu penonton. Sektor tamu dipadati sekitar 900 pendukung Lazio yang memadati tribun walau mereka menyuarakan protes terhadap manajemen klub dan Presiden Lotito.

Gattuso memboyong tiga kiper yaitu Mandas, Motta, dan Renzetti, serta deretan bek seperti R. Bordon, Doekhi, Floriani M., Lazzari, Marusic, Pedraza, Provstgaard, dan Romagnoli, sementara Luca Pellegrini dipastikan absen. Sektor tengah diisi Belahyane, Dele-Bashiru, Farcomeni, Galassi, Przyborek, Rovella, dan Kenneth Taylor, sedangkan lini depan dihuni Artistico, Cancellieri, Dia, Noslin, Ratkov, Sana Fernandes, Serra, dan Zaccagni.

Dalam laga tersebut, Gattuso menurunkan formasi 4-2-3-1 mengandalkan Mandas di bawah mistar serta lini serang Noslin, Dele-Bashiru, dan Zaccagni untuk menopang Artistico. Sementara itu, pelatih Ascoli Tomei mengusung skema 4-2-3-1 dengan menempatkan kiper Vitale dan penyerang utama Chakir.

Rangkaian uji coba ini menjadi bagian persiapan Lazio sebelum berlaga di Coppa Italia melawan Mantova pada 16 Agustus dan membuka Serie A menghadapi Bologna pada 24 Agustus. Tim ibu kota ini juga dijadwalkan melakoni laga persahabatan melawan Ostiamare pada 5 Agustus di Stadion Mirko Fersini serta Frosinone pada 9 Agustus di Stadion Stirpe.

Gattuso memberikan penilaian mengenai kondisi perkembangan fisik serta taktik anak asuhnya dalam menghadapi rangkaian laga pra-musim ini.

"Mari kita lihat apa yang kita miliki di dalam tim," ujar Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.

Ia menekankan pentingnya peningkatan standar performa tim walau sudah melihat adanya antusiasme serta penerapan taktik yang membaik.

"Siapa pun yang mengenal saya tahu bagaimana saya berpikir. Dan setelah 30 menit semuanya sudah selesai," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.

Juru taktik Lazio itu juga menglarifikasi insiden kecil yang sempat terjadi antara dirinya dan Kenneth Taylor saat sesi latihan beberapa hari sebelumnya.

"Kami harus meningkatkan standar," ujar Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.

Gattuso menyebutkan bahwa kendati terdapat hal yang perlu diperbaiki, potensi skuadnya terus menunjukkan sinyal positif.

"Siapa pun yang mengenal saya tahu bagaimana saya bekerja. Setelah 30 menit, semuanya sudah beres," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.

Di sisi lain, laga latihan bersama antara Lazio dan Avellino pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di pusat olahraga Formello memberi kesan tersendiri bagi pelatih Avellino, Alessandro Nesta. Meski timnya kalah 3-6 di tengah cuaca panas ekstrem Roma, mantan bek timnas Italia itu emosional bisa kembali ke markas latihan mantan klubnya.

"Tidak, tidak. Ketika saya datang ke sini, saya selalu merasa emosional," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta menilai fasilitas di Formello telah mengalami banyak peningkatan kualitas dan penambahan lapangan yang signifikan dibanding masa ketika ia masih bermain.

"Ini adalah tempat yang spesial bagi saya: saya tumbuh di sini, menjadi seorang pria, menjadi pesepak bola, dan menang. Karena itu, tempat ini akan selalu menjadi lokasi yang spesial," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia juga memuji keberanian skuadnya yang berasal dari Serie B karena mampu memberi perlawanan sengit kepada Lazio.

"Ya, ya. Menjadi lebih baik, jauh lebih baik. Ada banyak lapangan, dulu tidak ada begitu banyak lapangan yang dibuat sebaik ini. Jadi bagus, sangat bagus," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta mengaku puas atas performa Avellino yang dinilainya sukses menyulitkan tim lawan dalam beberapa momen pertandingan.

"Saya menyukai pertandingan ini. Ini adalah ujian penting bagi kami: kami datang sebagai tim Serie B dan menghadapi tim Serie A. Namun, terkadang, kami juga berhasil menyulitkan Lazio. Saya katakan kami bermain dengan baik dan saya sangat senang," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Mengenai kekuatan Lazio, Nesta menyarankan agar klub menjaga kedamaian dan kestabilan internal tanpa mematok ekspektasi berlebihan.

"Bagi saya masih ada yang harus dilakukan, juga di level pasar transfer. Namun ini adalah tim yang bagus. Standar harus ditetapkan pada titik yang tepat, tanpa menaikkannya terlalu tinggi.

Rahasianya adalah ketika semuanya menyatu, ketika kedamaian kembali ke kota. Itulah langkah yang akan membawa tim kembali ke level tertentu. Saya berharap yang terbaik untuk mereka dari lubuk hati saya," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Pertemuan di Formello tersebut turut mempertemukan Nesta dengan Gattuso yang merupakan rekan setimnya saat menjuarai Piala Dunia 2006.

"Rino adalah teman baik, hanya saja dia berbahaya: begitu Anda bertemu dengannya, semua orang menyapa dengan tos, tetapi terkadang dia agak agresif," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta pun melemparkan pujian atas kapasitas Gattuso sebagai pelatih berkualitas yang memiliki dedikasi tinggi.

"Kami telah melewati hal-hal yang sangat penting bersama. Saya menganggapnya sangat siap, seorang teman baik, dan seseorang yang tidak pernah menyerah. Dan saya tidak mengatakannya dari kata orang: saya benar-benar melihatnya di lapangan," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia mengingat kembali kenangan masa lalunya saat dibesarkan sebagai pemain profesional di pusat latihan Formello.

"Tidak, tidak. Saat saya datang ke sini saya selalu merasa terharu," ujar Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Menurutnya, Formello akan selalu memegang peranan penting dalam perjalanan karier sepak bolanya.

"Ini tempat yang spesial bagi saya: saya tumbuh di sini, menjadi pria, menjadi pesepakbola, dan meraih kemenangan. Jadi tempat ini akan selalu spesial," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia menyoroti peningkatan drastis ketersediaan lapangan latihan berkualitas di Formello saat ini.

"Ya, sangat baik, lebih baik sekali," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta kembali menegaskan apresiasinya atas perjuangan anak asuhnya melawan tim kasta teratas liga Italia.

"Sekarang ada banyak lapangan bagus yang sebelumnya tidak ada. Jadi itu sangat positif," ujar Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia merasa puas dengan performa timnya meski harus bermain di bawah cuaca yang sangat terik.

"Saya menyukai pertandingan ini. Ini ujian penting bagi kami: kami dari Seri B dan menghadapi tim Seri A," ujar Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Evaluasi mengenai perlunya pembenahan di bursa transfer Lazio juga kembali disinggung oleh mantan kapten tim tersebut.

"Namun, dalam beberapa kesempatan kami mampu menyulitkan Lazio," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia menambahkan pentingnya menjaga ketenangan di sekitar klub demi pencapaian prestasi Lazio.

"Saya bilang kami sudah tampil baik dan saya sangat puas," tambah Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta meyakini Lazio memiliki modal tim yang solid untuk melangkah jauh musim ini.

"Menurut saya masih ada yang harus diperbaiki, termasuk di pasar transfer," ujar Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia menekankan agar manajemen tidak membebankan target yang terlalu membebani tim.

"Tapi ini tim yang bagus. Kita harus menempatkan standar yang tepat tanpa terlalu tinggi," tutur Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Harapan besar disampaikan Nesta agar Lazio dapat meraih kembali kejayaannya di sepak bola Italia.

"Kuncinya adalah saat semua menyatu dan kedamaian kembali ke kota. Itu akan menjadi langkah penting bagi tim untuk kembali ke level tertentu. Saya berharap itu dengan sepenuh hati," kata Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Nesta pun menutup dengan seloroh mengenai karakter karibnya, Gattuso, yang dinilainya selalu penuh semangat.

"Rino adalah teman baik, tapi dia berbahaya: setiap kali bertemu, semua orang menyapanya dengan tos, tapi dia kadang datang dengan agresif," gurau Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Ia meyakini etos kerja keras Gattuso di lapangan akan membawa dampak positif bagi Lazio.

"Kami telah mengalami banyak hal penting bersama. Saya menganggap dia sangat siap, teman hebat, dan sosok yang tidak pernah menyerah. Saya bicara ini bukan asal bicara, saya lihat langsung di lapangan," ujar Alessandro Nesta, Pelatih Avellino.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author