Sarwendah Klarifikasi Video Cekcok dan Tudingan Perselingkuhan Ruben Onsu

Share

Penyanyi Sarwendah menyampaikan klarifikasi terbuka pada Minggu, 2 Agustus 2026, terkait rekaman video percekcokan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, yang disebarkan ke publik oleh pihak kuasa hukum Ruben pada 30 Juli 2026.

Sarwendah menjelaskan pertengkaran yang terekam kamera CCTV pada 4 Maret 2024 tersebut dipicu perdebatan mengenai biaya dan tempat tinggal sementara setelah masa sewa rumah mereka di Pondok Indah berakhir.

"Menurut saya, dana tersebut seharusnya bisa diprioritaskan untuk kebutuhan anak-anak atau rumah. Saya juga hanya meminta jadwal pindah diundur dari tanggal 8 ke 12, karena anak-anak masih libur, serta meminta kontak marketing agar bisa mengurusnya sendiri. Namun, permintaan tersebut tidak diberikan," kata Sarwendah.

Ia menuturkan emosinya memuncak setelah Ruben membanting pintu dan mengalihkan fokus pembicaraan, yang menjadi akumulasi permasalahan selama 11 tahun pernikahan mereka.

"Di situlah emosi saya akhirnya meledak. Kemarahan yang terlihat di video bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun ini tidak pernah benar-benar bisa saya sampaikan," kata Sarwendah.

Dalam pernyataan yang sama, mantan personel Cherrybelle itu juga membeberkan adanya isu pihak ketiga dalam rumah tangga mereka sejak sembilan tahun lalu.

"2017, saya mengetahui adanya perselingkuhan. Saat itu, beliau mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan berjanji untuk berubah," kata Sarwendah.

Meski sempat memaafkan karena melihat kerja keras sang suami, Sarwendah mengaku kembali mendapati dugaan pengeluaran dana dalam jumlah besar saat situasi keuangan keluarga sedang sulit.

"Saat kondisi keuangan keluarga sedang sulit, tetapi saya mengetahui ada pengeluaran dalam jumlah besar untuk selingkuhannya itu. Reaksi saya dalam video tersebut memang salah, dan saya tidak membenarkannya," kata Sarwendah.

Sarwendah turut membantah tuduhan bahwa pertengkaran sengit tersebut disaksikan langsung oleh anak-anak mereka, serta memberikan peringatan terkait potensi penyebaran video internal lainnya.

"Saat itu mereka berada di ruangan lain bersama suster, cukup jauh dari lokasi saya dan beliau berbicara. Setelah semuanya terjadi, saya langsung memastikan keadaan mereka. Suster mengatakan anak-anak tidak mendengar karena televisi sudah dinyalakan," kata Sarwendah.

Ia menambahkan mengenai rekaman saat mendisiplinkan sang buah hati.

"Dan saya tahu dia masih punya video di mana saya mendisiplinkan anak saya dengan keras, dikarenakan anak saya tantrum dan melakukan hal yang membuat saya merasa kecewa dan gagal sebagai ibu, kemudian saya meminta maaf ke anak saya, dan setelah itu saya bawa ke psikolog," kata Sarwendah.

Di sisi lain, kubu Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, membantah keras tuduhan perselingkuhan maupun isu jeratan pinjaman online yang dialamatkan kepada kliennya.

"Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Emangnya Ruben dekat dengan orang lain?" kata Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.

Minola menjelaskan bahwa keberadaan kasur baru yang dicurigai pihak Sarwendah merupakan barang kerja sama promosi yang terpaksa ditaruh di lokasi lain lantaran kediaman utama sedang direnovasi.

"Ruben itu endorse tempat tidur (kasur). Kalau dia dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, apakah itu tandanya dia selingkuh?" kata Minola Sebayang.

Ia juga menegaskan ketidakdasaran tudingan mengenai perselingkuhan tersebut.

"Sebelum ada isu selingkuh, kan saya sudah bilang dia endorse kasur. Kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah," kata Minola Sebayang.

Minola menilai pembicaraan mengenai kasur sudah menyimpang dari inti permasalahan hak asuh anak.

"Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh? Kasur? Kejauhan," kata Minola Sebayang.

Mengenai tuduhan pinjaman online yang diduga memicu kedatangan penagih utang ke rumah Sarwendah, pihak Ruben turut melayangkan bantahan resmi.

"Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol. Kalau pinjol, OJK tuh sudah ada aturan tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja," kata Minola Sebayang.

Ia juga mempertanyakan logika di balik tuduhan kedatangan penagih utang ke kediaman mantan istri kliennya.

"Lagipula ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank? Kalaupun debt collector datang ke rumahnya dia (Sarwendah), kan berarti pinjolnya sekarang nih setelah berpisah. Kan enggak mungkin Ruben memberikan alamat rumah Cilandak," kata Minola Sebayang.

Minola menambahkan bahwa alamat kediaman dan tempat kerja Ruben sudah berulang kali diperbarui.

"Setahun ini sudah kami sanggah, alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Ngapain pinjol datang ke rumah yang jelas-jelas Ruben enggak ada di situ? Pakai logika aja, hukum itu logika," kata Minola Sebayang.

Terkait komunikasi langsung yang terputus, Minola menyebut Ruben sengaja melimpahkan urusan komunikasi anak kepada pengacara karena kerap berujung perdebatan masa lalu.

"Lelah nggak sih? Nggak nyambung-nyambung terus, dibantah-bantah terus, disanggah-sanggah terus. Ruben tanya kapan liburnya anak-anak karena mau jalan, tapi dijawabnya malah mengungkit masa lalu, 'dari dulu kan kamu begini-begitu'," kata Minola Sebayang.

Ia mencontohkan salah satu tangkapan layar pesan singkat ketika Ruben menanyakan jadwal liburan anak menjelang hari raya.

"Ruben tanya: 'Kapan aku bisa jalan-jalan sama anak-anak sebelum Natal?'. Dijawab oleh S (Sarwendah) 'Kegiatan sekolah dari dulu kamu juga tidak pernah mengurus'. Loh, ini kan situasinya sudah berubah, sudah berpisah. Harusnya kalau anak ada dalam hak asuhnya, dia informasikan ke ayahnya," kata Minola Sebayang.

Langkah penunjukan pengacara diambil agar seluruh koordinasi hak asuh anak memiliki kepastian hukum tanpa memicu perselisihan baru.

"Makanya karena tentang anak ini enggak nyambung, Ruben tunjuk pengacara. Bukan untuk ngerebutin, tapi biar ada kesepakatan yang jelas," kata Minola Sebayang.

Minola menambahkan penegasan mengenai tujuan dari penunjukan jalur hukum tersebut.

"Ruben ingin agar segala sesuatunya kembali ke koridor kesepakatan. Kalau bicara langsung nggak ketemu solusinya, ya lewat pengacara supaya 'duduk' persoalannya. Supaya tidak ada lagi perdebatan tidak perlu yang bikin lelah hati sendiri," kata Minola Sebayang.

Perselisihan antara kedua belah pihak kini resmi berlanjut ke ranah hukum setelah gugatan hak asuh anak dilayangkan Ruben Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author