Sungai Ciliwung Surut Jadi Area Bermain Anak di Kampung Pulo Geulis

Share

Aliran Sungai Ciliwung di Kampung Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mengalami penurunan debit air yang signifikan akibat musim kemarau. Area yang biasanya dihindari warga saat musim hujan tersebut kini beralih fungsi menjadi ruang bermain anak-anak.

Seperti dilansir dari Detikcom, surutnya aliran air membuat hamparan batu-batu berukuran besar di dasar sungai terlihat sangat jelas. Anak-anak tampak memanfaatkan pendangkalan tersebut untuk berenang hingga bermain batu di tengah sungai.

Selain aktivitas berenang, beberapa pemuda juga memanfaatkan area sungai yang mengering untuk bermain layangan. Sejumlah orang tua terlihat memantau kegiatan anak-anak mereka dari tepi jembatan gantung serta pemukiman pinggir sungai.

Para orang tua juga sesekali mengimbau anak-anak agar tetap berhati-hati saat berlarian di antara batuan besar. Kondisi surutnya aliran air ini dilaporkan telah berlangsung dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir.

Seorang warga setempat bernama Yana (52) menjelaskan bahwa kondisi sungai saat ini menjadi tempat berkumpul warga dan lokasi bermain anak-anak pada sore hari.

"Sekitar dua bulan lebih ya, sampai sekarang (Sungai Ciliwung surut). Ada sih itu kemarin-kemarin, baru dua kali hujan. Iya, selama dua bulan. Air tetap begini kondisinya (surut)," kata Yana.

Ia menambahkan bahwa saat debit air dalam kondisi normal, orang tua pasti melarang anak-anak untuk mendekati atau berenang di aliran sungai tersebut.

"Makanya ini jadi tempat main anak-anak, ada yang main layangan tuh disana. Terus ini anak-anak berenang, kalau kondisinya normal sih nggak ada yang berani (berenang), orang tuanya juga pasti ngelarang," tutur Yana.

Kampung Pulo Geulis sendiri dikenal sebagai pemukiman unik karena berbentuk daratan di tengah lebamya Sungai Ciliwung. Akses menuju lokasi ini terbatas untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor melalui jembatan gantung.

Warga lainnya, Nandar, menilai situasi sungai yang mendangkal memberikan sisi positif bagi aktivitas anak-anak sekitar.

"Kalau menurut saya, keuntungan juga buat anak-anak. Jadi pertama mereka jadi nggaxk main di pinggir jalan, karena takut ketabrak (kendaraan) juga kan," kata Nandar.

Kendati demikian, para orang tua menegaskan tetap melakukan pengawasan ketat untuk mengantisipasi potensi bahaya mendadak.

"Kalau (main) di sungai sih memang kita tetap sedikit waspada, karena kita kan nggak tau juga ya musibah kapan terjadinya, jadi tetap kita pantau. Jadi aman untuk anak-anak, dibanding main di pinggir jalan," ujar Nandar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author