Bringsal Management Soroti Pergeseran Persaingan Industri TikTok Live

Share

Pendiri sekaligus Pemilik Bringsal Management Nurhamid menyoroti pergeseran persaingan di industri TikTok Live Indonesia yang kini lebih berfokus pada kualitas konten dan komunitas loyal, Minggu (2/8/2026), dilansir dari Detik Hot.

Perubahan fokus persaingan tersebut menuntut para pembuat konten untuk memiliki karakter kuat serta kemampuan komunikasi yang mumpuni demi menjaga interaksi berkelanjutan bersama penonton.

"Kalau dulu hampir siapa pun yang berani live punya peluang berkembang karena jumlah creator masih terbatas. Sekarang persaingannya jauh lebih ketat. Viewer memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kualitas hiburan dan interaksi yang diberikan host," kata Nurhamid dalam keterangannya.

Nurhamid, yang lahir di Ciamis pada 11 Agustus 1995, menyebutkan bahwa tolok ukur keberhasilan di platform tersebut kini bergeser dari sekadar gift dan jumlah penonton ke arah basis penggemar yang setia.

"Host yang mampu membangun hubungan emosional dengan penonton dan menjaga interaksi secara konsisten cenderung memiliki perkembangan yang lebih berkelanjutan," ujar Nurhamid.

Peran agensi seperti Bringsal Management menjadi sangat krusial dalam mendampingi para kreator melalui pelatihan personal, evaluasi kerja, dan pengembangan ekosistem yang sehat.

"Melalui agensi, dampak yang dihasilkan jauh lebih luas. Kami tidak hanya membangun satu kreator, tetapi membantu banyak orang berkembang bersama. Setiap orang memiliki potensi sukses jika mendapatkan arahan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat," jelas Nurhamid.

Selain persaingan yang kian ketat, para penyiar pemula juga masih menghadapi hambatan seperti rasa percaya diri yang rendah hingga minimnya pemahaman strategi siaran.

"Kesuksesan di TikTok Live lebih ditentukan oleh konsistensi daripada viral sesaat. Kreator harus terus belajar, mengevaluasi performa, dan membangun hubungan yang baik dengan penontonnya," katanya.

Pengembangan algoritma platform di masa mendatang diperkirakan bakal lebih memprioritaskan tingkat keterlibatan dan retensi penonton dibanding sekadar angka penonton mentah.

"Persaingan akan bergeser dari kuantitas ke kualitas. Profesionalisme kreator akan menjadi faktor utama. Karena itu, peran agensi juga akan semakin strategis dalam mendampingi kreator membangun karier yang berkelanjutan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author