Dokter Jelaskan Bahaya Obesitas Sentral Penumpukan Lemak Perut
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menyampaikan bahwa penumpukan lemak perut hingga melebihi batas lingkar normal 80 cm untuk perempuan dan 90 cm untuk laki-laki dapat memicu kondisi obesitas sentral pada Kamis (30/7/2026), dilansir dari Detik Health.
Kondisi obesitas sentral tersebut ditandai dengan tingginya penumpukan lemak di area perut, baik berupa lemak subkutan maupun lemak viseral yang berdampak pada kesehatan tubuh.
"Bahayanya itu kalau untuk obesitas sentral, karena dia lebih banyak nih lemaknya di bagian perut, terutama di visceral fat atau di subcutaneous fat," kata dr Yaze.
dr Yaze menjelaskan bahwa lemak subkutan terletak di bawah kulit, sementara lemak viseral berada di area yang lebih dalam dan membungkus organ-organ internal.
"Karena kan dia membungkus banyak lemak di organ nih. Nah, organnya itu jadi kayak kejepit gara-gara visceral fat-nya," kata dr Yaze.
Ia menganalogikan lemak subkutan seperti barang yang menumpuk di garasi, sedangkan lemak viseral diibaratkan barang yang memenuhi ruang utama rumah sehingga menyempitkan ruang gerak organ internal.
"Itulah cara visceral fat bekerja. Jadi akhirnya organ-organ kita kayak misalnya pankreas, usus, terus liver itu jadi terganggu aktivitasnya gara-gara kebanyakan visceral fat-nya," kata dr Yaze.
Penumpukan lemak viseral berlebih pada organ pankreas berisiko memicu penyakit diabetes, sementara penumpukan di organ hati dapat menimbulkan kondisi fatty liver. Selain itu, penumpukan di sekitar jantung juga berpotensi menaikkan tekanan darah.
"Terus bisa menyebabkan tensi tinggi juga kalau misalnya dia ngebungkus jantung banyak banget. Jadi kan bergeraknya jadi agak susah," kata dr Yaze.
Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, pengurangan lemak viseral dapat dilakukan melalui olahraga konsisten selama 30 menit setiap hari, penerapan pola makan sehat seperti diet Mediterania atau diet DASH, serta pemenuhan tidur yang cukup.