Penyebab Bayi Baru Lahir Gumoh Campur Darah dan Penanganannya

Share

Kemunculan bercak merah atau warna merah muda pada gumoh bayi baru lahir kerap memicu kekhawatiran orang tua terkait potensi perdarahan serius. Namun, ibu diimbau untuk tetap tenang karena kondisi tersebut umumnya tidak bersumber dari organ dalam bayi.

Seperti dilansir dari HaiBunda, dokter anak Dr. Wendy L. Hunter menjelaskan bahwa darah yang terlihat pada gumoh bayi baru lahir paling sering berasal dari darah ibu yang tertelan. Bercak tersebut biasanya masuk ke saluran cerna bayi saat proses persalinan maupun ketika menyusu dari puting yang mengalami cedera.

Meskipun mayoritas kasus tergolong tidak berbahaya, kewaspadaan tetap diperlukan. Orang tua harus cermat mengenali berbagai faktor pemicu serta tanda bahaya yang menyertainya.

Penyebab paling umum pada bayi yang mengonsumsi ASI adalah puting ibu yang lecet atau luka. Darah dari puting yang bercampur dengan ASI akan ikut tertelan, lalu keluar kembali ketika bayi mengalami gumoh.

Masalah puting lecet ini kerap dipicu oleh posisi pelekatan (latch) yang kurang tepat saat menyusui. Masalah ini umumnya bisa teratasi melalui evaluasi pelekatan bersama konsultan laktasi atau tenaga kesehatan.

Selain faktor pelekatan, luka pada puting juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:

  • Penggunaan pompa ASI yang kurang sesuai
  • Infeksi kandidiasis (thrush) pada area puting
  • Gangguan vasospasme atau penyempitan pembuluh darah puting
  • Sumbatan pada saluran ASI
  • Produksi ASI yang terlalu berlebih
  • Kondisi tongue tie pada bayi

Faktor lain yang kerap menjadi pemicu adalah tertelannya darah ibu oleh bayi sewaktu proses persalinan. Kondisi yang timbul tak lama setelah lahir ini umumnya akan membaik dengan sendirinya, meski sesekali sisa darah juga bisa tampak pada feses bayi.

Faktor Pemicu Lain dan Kondisi Medis Khusus

Dalam situasi yang lebih jarang, dorongan muntah yang sangat kuat dapat memicu robekan kecil pada pembuluh darah di area kerongkongan (esofagus) bayi. Perdarahan akibat robekan ini biasanya berskala ringan dan berhenti secara mandiri.

Iritasi atau cedera pada saluran pencernaan atas juga bisa terjadi akibat tindakan medis tertentu. Salah satunya adalah efek samping pascapemasangan selang nasogastrik (NGT) yang memicu iritasi ringan di area hidung atau tenggorokan.

Penyebab lainnya meliputi gangguan pembekuan darah, terutama pada bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K setelah lahir. Pemberian vitamin K segera setelah persalinan sangat krusial untuk mencegah Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB).

Sementara pada bayi yang mengonsumsi susu formula, reaksi alergi terhadap protein susu sapi dapat memicu iritasi saluran cerna hingga menimbulkan bercak darah pada muntah atau tinja.

Tanda Bahaya yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter

Pemeriksaan medis secara langsung ke dokter anak sangat direkomendasikan apabila gumoh berdarah terjadi secara berulang atau menunjukkan gejala penyerta berikut:

  • Bayi mengalami demam
  • Perut bayi membengkak atau mengalami kembung
  • Muntahan bayi berwarna hijau
  • Bayi tampak sangat lemas serta sulit dibangunkan
  • Volume darah pada gumoh semakin bertambah

Langkah awal yang perlu dilakukan orang tua saat menemukan bercak darah adalah memastikan kondisi fisik ibu dan bayi secara tenang. Apabila timbul keraguan mengenai sumber darah atau ditemukan tanda bahaya, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author