Delapan Menteri Luar Negeri Kutuk Tindakan Itamar Ben-Gvir

Share

Delapan menteri luar negeri termasuk Indonesia mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang merendahkan peserta armada Global Sumud Flotilla saat ditahan oleh Israel pada Senin (25/5/2026).

Para menteri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab sepakat menilai tindakan Ben-Gvir memalukan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Para Menteri menekankan bahwa penghinaan publik yang disengaja oleh Ben-Gvir terhadap para tahanan merupakan serangan yang memalukan terhadap martabat manusia, dan pelanggaran nyata terhadap kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, dan hukum hak asasi manusia internasional," demikian bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri.

Kecaman tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial X milik Kementerian Luar Negeri Indonesia.

"Para Menteri selanjutnya menyesalkan dan mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan penghasutan dan kekerasan ilegal dan ekstremis oleh Ben-Gvir, dan pejabat Israel lainnya yang ditujukan kepada warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki," imbuh Kementerian Luar Negeri.

Pernyataan bersama tersebut juga memperingatkan bahwa aksi provokatif Ben-Gvir memicu kebencian serta menghalangi upaya memajukan perdamaian berdasarkan solusi dua negara.

"Para Menteri menuntut pertanggungjawaban atas tindakan Ben-Gvir dan menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengakhiri provokasi, hasutan, dan pelanggaran berulang yang dilakukannya, serta untuk mencegahnya melakukan ancaman lebih lanjut, dan memastikan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi atau diulangi," kata Kementerian Luar Negeri.

Sebelumnya pada Rabu (20/5) sore waktu setempat, Itamar Ben-Gvir mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan dirinya mengunjungi fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod.

Dalam video tersebut, Ben-Gvir tampak melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut di tanah dengan tangan terikat ke belakang.

"Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan." kata Itamar Ben-Gvir kepada para aktivis dalam bahasa Ibrani.

Aksi menteri ultra-nasionalis ini memicu kecaman tidak hanya dari dunia internasional tetapi juga dari internal pemerintahan Israel sendiri.

"Anda dengan sadar merugikan negara kita dalam pertunjukan memalukan ini dan bukan untuk pertama kalinya." tulis Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar di media sosial X.

Kritik dari rekan sejawatnya di kabinet tersebut langsung direspons negatif oleh Ben-Gvir.

"Menteri luar negeri diharapkan memahami bahwa Israel telah berhenti menjadi pihak yang mudah ditekan." balas Itamar Ben-Gvir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author