Polda Metro Jaya Usut Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru

Share

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan Puslabfor Bareskrim Polri mengusut kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (2/8/2026).

Penyidik telah menggelar olah tempat kejadian perkara di Klinik Mordent pada Senin (27/7/2026) dan mengamankan tiga bungkusan barang bukti untuk diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik.

Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha menyampaikan bahwa barang bukti yang disita langsung diserahkan kepada tim ahli laboratorium forensik.

"(Dibawa) Ke ini, Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya," kata Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha.

Saksi mata di sekitar lokasi kejadian juga memberikan keterangan terkait penemuan tubuh korban di area klinik tersebut.

"Ada, telentang, saya lihat telentang," kata Tukang Parkir Deni.

Deni menambahkan bahwa sejumlah orang mendatangi korban sebelum satu unit ambulans membawa Sutrimo dari lokasi.

"Bukan, bukan. Kalau warga, kalau warga sini pastinya tahu tuh. Pasti kenal kalau warga sini gitu.

Ya saya tahu sih cuma satu ambulans aja. Mobilnya mobil APV. (Dari rumah sakit mana) nggak merhatiin. Yang saya tahu tuh udah ada ambulans oh ya sudah," kata Tukang Parkir Deni.

Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami berbagai dokumen serta rekaman video yang beredar di media sosial untuk memastikan kronologi kejadian.

"Makanya nanti kita melihat karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kita mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, ini kan harus ada pendalaman," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengimbau pihak keluarga untuk membuat laporan resmi jika menemukan kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

"Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Sementara itu, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan memutuskan untuk tidak melayangkan laporan polisi.

"Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang. Mohon maaf kami tidak bisa menerima (wartawan), keluarga sudah mengikhlaskan," terang Perwakilan Keluarga Ardi.

Penyidik juga menjadwalkan pemanggilan dokter tim medis guna mengklarifikasi laporan yang menyebutkan kondisi korban saat pertama kali diperiksa.

"Bahwa penyidik sedang mengirim, sudah mengirim undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa. Makanya nanti akan didalami dulu proses tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Kepolisian menekankan pentingnya verifikasi digital terhadap seluruh rekaman visual yang beredar di masyarakat.

"Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan. Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Pemeriksaan riwayat komunikasi pada ponsel milik korban juga dilakukan bersamaan dengan pengambilan keterangan dari lima orang saksi.

"Ya tentunya (akan memeriksa ponsel). Informasi sekecil apa pun itu pasti akan dilakukan. Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan substansi materi, itu belum dapat kami sampaikan kepada publik. Karena itu merupakan kerahasiaan dari teman-teman penyelidikan dalam proses ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Saksi-saksi yang diperiksa mencakup beberapa sopir ambulans serta pihak yang sempat berinteraksi langsung dengan korban sebelum kejadian.

"Saudara MA, pihak yang mengenal almarhum dan melihat saksi terakhir kali yaitu Rabu 22 Juli 2024 sekira pukul 20.00 di depan Klinik Mordent," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Rangkaian penyelidikan masih terus berlanjut dengan fokus pada analisis rekaman CCTV serta penantian hasil akhir dari Laboratorium Forensik.

"Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author