Pendaki Nirmal Purja dan Sembilan Orang Meninggal di Pakistan

Share

Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia bersama sembilan pendaki lainnya setelah diterjang insiden longsoran salju di Gunung Broad Peak, kawasan Pegunungan Karakoram, Pakistan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (2/8/2026).

Tragedi ini menewaskan total sepuluh orang, yang terdiri dari enam pendaki asal Nepal dan empat pendaki asing. Tim SAR dari tentara Pakistan dan pendaki lokal terus melakukan operasi evakuasi di medan yang sangat menantang.

Pihak perusahaan milik Purja mengonfirmasi kabar duka tersebut setelah menerima laporan resmi mengenai kondisi para anggota ekspedisi di lokasi kejadian.

"Dengan rasa duka yang mendalam dan kesedihan yang tak terhingga, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja secara tragis telah kehilangan nyawanya menyusul insiden longsoran salju di Broad Peak. Kami juga telah menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat," kata pihak Elite Expeditions.

Kepergian pemegang rekor dunia tersebut membawa duka mendalam bagi pemerintah Nepal dan masyarakat luas. Perdana Menteri Nepal menyampaikan belasungkawa resmi atas tragedi yang menimpa para pendaki terbaiknya.

"Kematian tragis enam pendaki asal Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram Pakistan, telah mengejutkan kita semua," kata Balendra Shah, Perdana Menteri Nepal.

Ia menambahkan bahwa dedikasi dan rekam jejak keberanian yang ditinggalkan para pendaki akan terus diingat.

"Perjalanan fisik seluruh pendaki yang gugur memang telah terhenti, namun rekam jejak keberanian, dedikasi, serta kontribusi mereka akan selalu menjadi sumber inspirasi," imbuhnya.

Sementara itu, pemerintah Pakistan mengupayakan pencarian maksimal melalui jalur darat dan udara kendati menghadapi kendala cuaca ekstrem di area pegunungan.

"Tragedi Broad Peak ini sangat memilukan. Pakistan berdiri bersama rakyat Nepal dalam masa duka ini," tutur Rana Sanaullah, Penasihat Perdana Menteri Pakistan.

Ia menjelaskan detail mengenai proses evakuasi yang sedang berlangsung di lapangan.

"Operasi penyelamatan dilakukan di medan yang amat menantang serta kondisi cuaca dataran tinggi oleh tentara Pakistan, berkoordinasi dengan para pendaki dataran tinggi setempat dan tim SAR," jelasnya.

Hingga Sabtu, empat jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi, sementara pemantauan melalui GPS dan penyisiran helikopter militer terus dilanjutkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author