Warga Indonesia Ubah Fungsi Tumbler Jadi Wadah Seblak hingga Bakso
Fungsi tumbler yang biasanya digunakan sebagai wadah minuman kini mulai bergeser di tangan sebagian masyarakat Indonesia. Wadah yang umumnya diisi air putih atau kopi tersebut kini justru dipakai untuk membungkus makanan berkuah seperti seblak hingga bakso.
Membawa wadah minum sendiri sebenarnya telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi generasi Z dan masyarakat urban. Kebiasaan ini dinilai dapat menekan produksi sampah plastik sekali pakai, mendukung hidup sehat, sekaligus menghemat pengeluaran.
Meski hakikatnya berfungsi menampung air putih, teh, atau kopi, tren belakangan memperlihatkan fenomena yang berbeda. Wadah minuman ini ramai digunakan untuk membawa makanan berkuah karena kemampuan insulasinya yang dinilai ampuh menjaga stabilitas suhu panas maupun dingin.
Tren unik ini salah satunya dibagikan oleh pengguna akun TikTok @snapysangpencetak, seperti dilansir dari Detik Food. Dalam unggahan video tersebut, sang pemilik akun mendatangi warung seblak dan meminta pesanannya dimasukkan ke dalam tumbler besar berukuran sekitar 700 ml hingga 1 liter.
Aksi serupa juga dilakukan oleh pemilik akun TikTok @prlymoon yang memilih membungkus bakso menggunakan tumbler. Ia kemudian membagikan reaksinya saat menikmati kuliner tersebut langsung dari wadah minuman yang dibawa.
Cara menikmatinya cukup dengan membuka bagian tutup wadah, lalu menyantap bakso menggunakan sendok dan garpu biasa. Berdasarkan pengakuannya, penggunaan wadah ini sangat membantu menjaga kuah bakso tetap panas dalam waktu yang lama.
Fenomena ini memicu beragam reaksi dari para pengguna internet di kolom komentar. Sebagian netizen mengaku terkejut dengan terobosan baru dalam menikmati makanan berkuah tersebut.
"Aduhh ada aja gebrakannya huhu."
"Biar awet panas, jenius,"
Di sisi lain, beberapa netizen mengaku sudah lama menerapkan metode ini ketika melakukan perjalanan jauh. Mereka memanfaatkan wadah tersebut untuk membungkus hidangan lain seperti tongseng hingga rawon agar tetap hangat saat tiba di tempat tujuan.
"Gue pernah, masukin tongseng beli di Boyolali terus gue makan di Surabaya, trus gue beli rawon, gue makan pas udah sampe kosan. Buat perjalanan jauh, seadanya, pengin anget. Thanks tumbler."
Secara teknis, botol minum jenis ini umumnya terbuat dari bahan stainless steel atau kaca yang dirancang dengan fitur isolasi termal dinding ganda. Fitur vakum tersebut yang membuat suhu air atau makanan berkuah di dalamnya bisa bertahan hingga berjam-jam.
Namun, sejumlah netizen kurang sepakat dengan tren ini karena menilai makanan lebih tepat disimpan dalam termos khusus makanan yang banyak dijual di pasaran.
"Merek termos juga kan ada yg buat taruh makanan biar tetep anget. Ini kenapa harus pake tumbler,"
Faktor keamanan bahan juga menjadi sorotan penting yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum mengikuti tren ini. Kandungan garam yang tinggi pada makanan berkuah dikhawatirkan dapat memicu reaksi kimia yang mempercepat korosi pada lapisan stainless steel.
Kondisi korosi tersebut berisiko merusak botol dan melarutkan kandungan logam berat ke dalam makanan. Jika zat tersebut masuk ke dalam tubuh, hal itu berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi konsumen.