Mobil Anggota DPR RI Hilman Mufidi Kecelakaan di Tol Paspro
Mobil Toyota Innova yang ditumpangi oleh anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman mengalami kecelakaan parah di Km 834 jalur B Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Kendaraan tersebut ringsek setelah menghantam bagian belakang sebuah dump truck.
Insiden maut ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 15.14 WIB, seperti dilansir dari Detik Oto. Bagian depan mobil Toyota Innova yang membawa rombongan tersebut mengalami kerusakan sangat parah hingga hampir tidak berbentuk.
Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Mahrus Ali dengan membawa tiga orang penumpang. Para penumpang tersebut adalah Muhammad Hilman Mufidi bersama dua orang stafnya yang bernama Alex Anwaruh dan Adinda Najwa.
Pihak kepolisian menduga faktor kelelahan menjadi pemicu utama peristiwa ini. Pengemudi diduga kehilangan konsentrasi saat melaju di jalur bebas hambatan tersebut.
"Untuk kronologi, kendaraan Innova berjalan dari timur ke barat. Kemungkinan kurang konsentrasi atau sopirnya diduga ngantuk sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya berupa dump truck," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik Sabtu (23/5/2026).
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan ini diketahui sedang melaju di jalur yang sama. Mobil Innova mendadak menghantam bagian belakang truk yang berada di lajur kiri.
"Posisi dump truck berjalan di lajur sebelah kiri, sehingga kendaraan Innova menabrak bak belakang sebelah kanan dump truck," tandasnya.
Dua orang staf Gus Hilman, yakni Alex Anwaruh dan Adinda Najwa (26), dinyatakan meninggal dunia akibat benturan keras tersebut. Sementara itu, Muhammad Hilman Mufidi beserta sopirnya dilaporkan selamat dari maut.
"Untuk korban ada empat orang. Dua meninggal dunia, satu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan satu lainnya dirawat di rumah sakit," kata Taufik.
Menanggapi peristiwa ini, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana memberikan analisis terkait bahaya mengantuk di jalan tol. Menurutnya, aspek pengawasan dari orang terdekat di dalam mobil sangat krusial.
"Kecelakaan rata-rata terjadi karena hal-hal yang tidak disengaja. Oleh karena itu, siapapun pengemudinya tetap butuh pengawasan, baik orang terdekat atau bahkan nggak dikenal," ujar Sony kepada detikOto, beberapa waktu yang lalu.
Sony juga mengingatkan agar penumpang tidak berasumsi bahwa pengemudi selalu dalam keadaan siap dan bugar sepenuhnya sepanjang perjalanan. Kesadaran penumpang untuk menegur tindakan atau kondisi sopir sangat diperlukan demi keselamatan bersama.
"Kadang penumpang merasa driver yang sudah memiliki SIM pasti kompeten atau sehat secara fisik sehingga dianggap mampu. Pada kondisi-kondisi tertentu, kadang butuh teguran dan pengawasan dari penumpang. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah," tambahnya.
Faktor kenyamanan kabin mobil modern sering kali membuat penumpang mengabaikan situasi di sekitar mereka. Sony meminta penumpang untuk tetap aktif memperhatikan tanda-tanda kelelahan pada pengemudi.
"Biasakan penumpang tidak mager atau merasa nyaman dengan suguhan interior yang apik sehingga mengabaikan peran driver. Tetap selalu lihat gesturnya, perilakunya, gerakan kendaraannya dan lain-lain. Jika nggak normal, tegur dan tanyakan. Kalau perlu, suruh berhenti untuk istirahat sebentar," kata dia.
Manajemen Waktu Istirahat Saat Berkendara Jarak Jauh
Durasi berkendara yang aman menjadi kunci utama untuk menghindari microsleep dan rasa kantuk yang ekstrem. Pengemudi disarankan untuk membatasi waktu menyetir secara terus-menerus.
"Maksimal kalau dia dalam kondisi fit itu 2,5-3 jam harus istirahat. Itu kenapa kalau isi bensin jangan full. Orang Indonesia banyak sekali isi bensin full supaya nggak istirahat, ini ngeri," kata Sony.
Saat berhenti di rest area, aktivitas yang dilakukan sebaiknya tidak hanya pasif. Pengemudi disarankan melakukan gerakan fisik ringan guna mengembalikan kelancaran aliran darah setelah duduk lama.
"Penting adalah kita melancarkan peredaran darah. Karena kalau duduk terus pasti stuck kan. (Melancarkan) peredaran darah ini bisa strethcing ringan, menghirup udara, ngatur napas, berdiri," jelas Sony.
Jika tidak ingin melakukan peregangan formal, pengemudi bisa memanfaatkan waktu beberapa menit untuk bergerak di sekitar area parkir. Langkah sederhana ini dinilai sudah cukup efektif untuk mengembalikan fokus berkendara.
"Oke misalnya nggak mau melakukan stretching, putarin (sekeliling) mobil aja. Lihat-lihat kondisi mobil, cek ban, cek body sekeliling, itu udah cukup. Paling cuma 3-5 menit," katanya.