Trisno PAS Band Meninggal Dunia Setelah Perjuangan Melawan Penyakit
Bassist PAS Band, Bambang Sutrisno atau dikenal Trisno, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 14.47 WIB di Jakarta setelah menjalani perawatan intensif karena penyakit serius.
Trisno yang berusia 55 tahun ini mengalami gangguan kesehatan berat, termasuk fungsi ginjal yang hanya tersisa 5 persen dan adanya dua sumbatan pembuluh darah di kepala yang berisiko menyebabkan stroke.
Sandy, rekan satu band Trisno, mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan terakhir kondisi kesehatan Trisno menurun dan sempat enggan memeriksakan diri ke dokter meskipun keluhan sakit kepala dan pembengkakan kaki sudah muncul.
"Dua minggu lalu, PAS Band dapat kabar dari Trisno, dia sakit. Kepalanya pusing, katanya, dan seperti biasa dia kan gak mau periksa kesehatan. Semua dirasain sendiri," ujar Sandy kepada media.
Sandy menambahkan bahwa setelah dipaksa memeriksakan diri, diketahui kondisi ginjal Trisno sudah sangat parah dan ia harus menjalani operasi pada kepala bagian kanan untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah.
"Yang lebih parah lagi adalah ada dua sumbatan di kepalanya. Sumbatan pembuluh darah yang kalau dibiarkan bisa stroke. Jadi menurut dokter harus dioperasi," kata Sandy.
Meskipun mengalami kejang-kejang pasca operasi, Trisno tetap berusaha beraktivitas dan mengikuti latihan band hingga akhirnya harus dirawat di ICU sebelum meninggal dunia.
"Bro itu orangnya jujur," kenang Sandy sambil menahan haru.
Jenazah Trisno disemayamkan di rumah keluarganya di Bandung, Jawa Barat, tepatnya di kawasan Laswi, Jalan BKR, sebelah rumah lama Bebeng, rekan bandnya.
Rencana pemakaman Trisno dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026, di Bandung dengan koordinasi keluarga dan rekan-rekan terdekat yang masih berlangsung.