Ayah Anak Perempuan Pertama Lebih Mendukung Kesetaraan Gender, Studi Jepang Menunjukkan
Penelitian terbaru yang dikutip dari HaiBunda mengungkap bahwa ayah yang memiliki anak perempuan pertama cenderung lebih mendukung kesetaraan gender dibandingkan ayah yang anak pertamanya laki-laki.
Dalam studi yang dilakukan di Jepang, para ayah ini menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap peran perempuan dalam masyarakat, termasuk dukungan untuk kesempatan pendidikan, karier, dan perlakuan adil di lingkungan sosial.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Profesor Yoshikuni Ono dan Daina Chiba dengan menggunakan data Japanese General Social Survey dari tahun 2000 hingga 2018. Studi ini fokus pada responden laki-laki yang memiliki setidaknya satu anak dan membandingkan persepsi antara ayah dengan anak pertama perempuan dan laki-laki.
Hasil survei menunjukkan bahwa ayah dengan anak perempuan sulung secara signifikan menolak peran gender tradisional dan lebih mendukung perubahan hukum yang mengizinkan pasangan suami istri menggunakan nama keluarga berbeda. Mereka juga mendukung pengakuan garis keturunan kerajaan melalui perempuan dan kebijakan redistribusi pendapatan yang lebih adil.
Fenomena ini menggambarkan bagaimana pengalaman membesarkan anak perempuan dapat memengaruhi pandangan politik dan sosial seseorang, yang oleh para peneliti disebut sebagai sosialisasi politik dua arah, di mana anak juga dapat mempengaruhi sikap orang tua.
Jepang dipilih sebagai fokus studi karena meskipun memiliki pemerintahan demokratis yang stabil, negara ini masih mengalami ketidaksetaraan gender yang tinggi, seperti kesenjangan upah dan sedikitnya perempuan di posisi pemerintahan serta kuatnya ekspektasi pembagian kerja tradisional antara laki-laki dan perempuan.
Meski demikian, studi ini juga mencatat keterbatasan, seperti hanya melihat sikap terhadap kesetaraan gender tanpa perubahan dalam ideologi politik yang lebih luas, serta tidak mengukur perubahan perilaku nyata ayah dalam mendukung hak perempuan.
Menurut Yoshikuni Ono, temuan ini konsisten dengan harapan umum terkait pengaruh anak perempuan terhadap pandangan ayah, meskipun efeknya tidak besar dan tidak terjadi pada semua individu.