Cole Palmer Jadikan Pencoretan Skuad Inggris Motivasi Bersama Chelsea

Share

Gelandang Chelsea Cole Palmer menjadikan keputusan pelatih Thomas Tuchel yang mencoretnya dari skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 sebagai bahan bakar motivasi untuk membuktikan kemampuannya pada kompetisi mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan pemain berusia 24 tahun itu menjelang laga pramusim Chelsea melawan Tottenham Hotspur di Sydney, Australia. Keputusan pencoretan diambil usai sang pemain melewati musim 2025-2026 yang diwarnai serangkaian cedera pangkal paha, paha belakang, dan paha depan.

Pencoretan dari tim nasional memberi Palmer waktu istirahat sekitar tujuh pekan, momen rehat terpanjang yang ia dapatkan dalam empat tahun terakhir. Masa jeda tersebut digunakannya untuk memulihkan kondisi fisik sepenuhnya setelah sempat mempertimbangkan opsi operasi di Eropa.

Palmer mengakui sempat mengalami momen unik saat menyaksikan perjuangan rekan-rekannya di babak 16 besar melawan Meksiko di Stadion Azteca. Perbedaan waktu antara Amerika Serikat dan lokasi liburannya membuat ia tak mampu bertahan sepanjang laga.

"Ya, saya menonton pertandingan itu, tapi saya tertidur di babak pertama," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kendati demikian, rasa kecewa tidak dapat disembunyikan sang pemain akibat kegagalan menembus tim utama Tiga Singa. Motivasi tinggi kini diusungnya untuk merespons penilaian pelatih tim nasional.

"Tentu saja, jika seseorang memberitahumu bahwa kamu tidak cukup bagus untuk masuk ke dalam skuad, kamu akan berusaha lebih keras," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Awal masa liburannya sempat diwarnai rasa canggung karena ia tidak terbiasa memiliki waktu luang yang cukup panjang di luar jadwal kompetisi.

"Itu terasa aneh. Pada minggu pertama, saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Setelah melakoni liburan bersama keluarga, keinginan untuk segera kembali menendang bola mulai muncul sebelum sesi latihan dimulai.

"Saya pergi berlibur dan berpikir, 'Setelah ini saya harus ke mana?' Saya juga terus mengecek kapan harus kembali latihan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kebosanan mulai menghampiri Palmer saat dirinya memasuki pekan keenam masa istirahat di Marbella.

"Sejujurnya, setelah sekitar enam minggu, saya mulai bosan. Saya duduk di Marbella sambil berpikir, 'Saya ingin segera kembali berlatih.' Saya tidak pernah menyangka akan berpikir seperti itu," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Secara keseluruhan, pemulihan fisik dan mental berjalan sangat baik berkat jeda kompetisi yang panjang tersebut.

"Liburan saya menyenangkan. Saya mendapat waktu sekitar tujuh minggu, sesuatu yang belum pernah saya rasakan. Saya berlibur bersama keluarga dan sekarang merasa lebih segar," ucap Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Palmer mengeklaim bahwa kegagalannya menembus panggung dunia tidak lagi membebani pikirannya menjelang kick-off Premier League.

"Kalau seseorang mengatakan Anda pada dasarnya tidak cukup bagus untuk masuk skuad, tentu Anda akan berpikir untuk bekerja lebih keras lagi," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kesulitan teknis akibat perbedaan zona waktu turut memengaruhi pengalamannya saat memantau perjuangan tim nasional dari kejauhan.

"Saya menonton beberapa pertandingan. Karena saya sedang berlibur dan pertandingan berlangsung di Amerika, jadwalnya cukup sulit," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Penjelasannya mengenai laga babak gugur kembali menegaskan kendala stamina saat menyaksikan pertandingan dini hari.

"Saya sempat bertahan untuk menonton Inggris melawan Meksiko, tetapi saya tertidur saat jeda babak pertama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Saat ini seluruh fokusnya tercurah penuh pada target klub London Barat tersebut di bawah arahan taktik baru.

"Sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu sekarang. Saya hanya menantikan musim baru bersama Chelsea," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Masalah kebugaran yang melanda sepanjang musim lalu diakui Palmer timbul akibat penanganan cedera yang kurang tepat sejak awal.

"Saya tidak ingat di mana, antara Swedia atau Denmark. Saya pergi menemui seorang dokter," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Opsi bedah medis sempat masuk dalam pembahasan sebelum akhirnya dibatalkan oleh tim medis.

"Kami sempat membahas operasi, tetapi akhirnya tidak jadi dilakukan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kurangnya pengalaman menghadapi cedera berat membuat Palmer terus memaksakan diri tampil meski fisiknya belum siap.

"Saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapinya," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Hasrat bertanding yang tinggi membuat dirinya mengabaikan sinyal bahaya pada tubuhnya.

"Pada beberapa bulan pertama saat cedera, saya hanya ingin terus bermain, padahal mungkin seharusnya tidak," ucap Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Imbas dari cedera bertubi-tubi tersebut berujung pada penurunan performa secara individu di sepanjang musim.

"Jelas, saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan. Musim itu berjalan buruk secara pribadi karena cedera dan hal-hal lainnya. Namun, sekarang saya merasa baik. Tujuh minggu libur benar-benar membantu dan saya siap kembali," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Sikap optimis menyambut musim anyar berlipat ganda menyusul pendekatan personal yang dilakukan manajer baru Chelsea, Xabi Alonso.

"Saat saya diberi tahu tidak berangkat ke Piala Dunia, saya rasa dia sudah mengetahuinya, lalu mengirim pesan kepada saya. Saya tidak ingat persis apa isinya," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Pesan singkat dari sang pelatih memberikan dukungan moral yang berarti pada masa-masa sulit.

"Mungkin dia mengatakan agar saya tidak perlu khawatir atau semacamnya. Hal-hal yang biasa, tetapi itu menyenangkan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Diskusi taktis mengenai peran di lapangan pun sudah dijalankan antara Palmer dan Alonso untuk merancang skema serangan tim.

"Kami sudah berbicara. Dia melihat saya bermain sebagai nomor 10, di ruang antarlini dan dekat dengan penyerang. Jadi, nanti kita lihat saja," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Suasana baru dalam tim membawa dampak positif bagi persiapan fisik maupun mental seluruh anggota skuad.

"Sejauh ini semuanya berjalan baik. Dia dan staf pelatih membawa ide-ide baru yang menyegarkan dan saya sangat menikmatinya," ucap Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Semangat Palmer untuk mengarungi musim baru dipastikan kian membara demi membuktikan kapasitas dirinya di level tertinggi.

"Tentu saja itu akan terjadi," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali kesiapannya merespons skeptisisme dari pihak-pihak luar.

"Seperti halnya apa pun. Jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa Anda pada dasarnya tidak cukup baik untuk masuk ke dalam skuad, maka Anda akan berpikir, baiklah, terserah saja, dan mencoba untuk berusaha lebih keras," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Langkah Chelsea di pasar transfer juga memberi dorongan ekstra bagi Palmer, khususnya perekrutan sang sahabat, Morgan Rogers, dari Aston Villa senilai 117 juta poundsterling.

"Itu rahasia yang sulit untuk disimpan, tetapi saya menyimpannya," ujar Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kepindahan Rogers melengkapi reuni dua talenta muda yang pernah menempa ilmu bersama di akademi Manchester City.

"Semua orang tahu betapa hebatnya dia, dan jelas dia adalah salah satu sahabat terbaik saya. Jadi saya sangat senang tentang itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Meskipun bersahabat dekat, Palmer menilai terdapat perbedaan gaya bermain yang akan saling melengkapi di lini tengah Chelsea.

"Saya pikir kami adalah dua pemain yang berbeda. Dia lebih fisik daripada saya, baik saat menguasai bola maupun tidak. Dia suka menggiring bola. Saya suka mengoper bola," tutur Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kombinasi karakteristik unik tersebut diyakini mampu meningkatkan variasi serangan tim dalam mengarungi kompetisi domestik dan Eropa.

"Jadi ya, saya pikir kami bisa bermain bagus bersama," ucap Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Mengenai gaya selebrasi gol 'ikonik' yang kerap ia peragakan, Palmer melontarkan gurauan terkait hak cipta gerakan tersebut kepada Rogers.

"Dia melakukannya. Saya melakukannya. Saya telah mematenkannya. Jadi jika dia mencoba melakukan sesuatu, Anda tahu, petugas pengadilan akan datang ke rumahnya," canda Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Isu mengenai kepemilikan selebrasi itu ditutupnya dengan rencana untuk merayakannya secara bersama-sama di lapangan.

"Tidak, saya pikir kami akan melakukannya bersama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Dukungan penuh terhadap kebangkitan Palmer disuarakan langsung oleh Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu meyakini peran vital sang pemain dalam proyek baru yang sedang dibangunnya.

"Dia akan menjadi pemimpin di lapangan. Semakin baik Cole yang kita miliki, semakin baik Chelsea kita, itu sudah pasti," ujar Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Alonso menilai persiapan pra-musim yang matang dan fokus tinggi yang ditunjukkan Palmer akan menjadi fondasi utama bagi kesuksesan tim.

"Dan saya pikir dengan latihan yang tepat dan persiapan yang matang, itu akan penting baginya. Dan Anda lihat dia benar-benar fokus pada hal itu. Dan kami terhubung. Kami saling memahami dan sejauh ini saya menyukai kepribadiannya," kata Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Chelsea dijadwalkan membuka pertandigan resmi Premier League musim 2026-2027 melawan Fulham pada 24 Agustus mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author