PBSI Mendegradasi Rahmat Hidayat dan Muh Putra dari Pelatnas Cipayung
PP PBSI resmi mendegradasi dua atlet ganda putra, Rahmat Hidayat dan Muh Putra Erwiansyah, dari Pelatnas Cipayung per 1 Agustus 2026, berdasarkan keputusan evaluasi pertengahan tahun federasi.
Kedua atlet resmi tidak lagi berada di bawah naungan Tim Nasional bulutangkis Indonesia. PBSI mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka selama di pelatnas, serta mendoakan kesuksesan di langkah berikutnya, dilansir dari akun resmi PBSI pada Sabtu (1/8/2026).
Rahmat Hidayat dikenal sebagai spesialis ganda putra yang sempat mencapai peringkat tertinggi ke-26 dunia. Ia pernah dipasangkan dengan pemain top seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2023, namun duet tersebut hanya mampu melaju hingga babak 16 besar di Korea Masters dan Japan Masters sebelum berpisah.
Setelah itu, Rahmat berduet dengan Yeremia Rambitan dan meraih tiga gelar serta satu kali runner-up, lalu pada 2025 berganti pasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Bersama Rian, Rahmat meraih satu gelar di International Challenge 2025 dan semifinal Thailand Masters 2026, namun performanya stagnan hingga akhirnya Indonesia Open 2026 menjadi pertandingan terakhirnya di pelatnas.
"PP PBSI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk Rahmat Hidayat dan Muh Putra Erwiansyah atas kerja keras, dedikasi dan prestasi selama di pelatnas PBSI," bunyi pernyataan resmi PBSI.
"Per 1 Agustus 2026, Rahmat dan Putra resmi meninggalkan markas besar bulutangkis di Cipayung berdasarkan surat keputusan degradasi PP PBSI," tambah PBSI.
Muh Putra Erwiansyah terakhir kali berpasangan dengan Bagas Maulana. Sepanjang 2026, pasangan ini menjalani empat pertandingan dan selalu tersingkir di babak 32 besar tanpa hasil signifikan.
Putra pernah mencapai puncak karier terbaik dengan menembus peringkat 54 dunia bersama Daniel Edgar Marvino pada Februari 2026 dan menjadi juara Indonesia International Challenge pada tahun sebelumnya.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk Rahmat dan Putra di langkah-langkah selanjutnya. Tetap semangat," tutup pernyataan PBSI.
Degradasi ini merupakan bagian dari evaluasi rutin PBSI untuk menjaga daya saing dan kualitas atlet di Pelatnas Cipayung menuju turnamen internasional ke depan.