Dari Panggung Musik ke Dapur Roti, Cerita Iwan Saint Loco

Share

Dunia panggung pertunjukan kini tak lagi menjadi satu-satunya ruang bagi para musisi untuk mengekspresikan diri dan mengais rezeki. Tren pergeseran fokus mulai terlihat di mana banyak pekerja seni merambah sektor industri kuliner dengan menyajikan menu serta konsep andalan masing-masing. Fenomena menggeluti dunia bisnis F&B ini menghinggapi para personel grup musik Saint Loco. Setelah sang vokalis, Timotius Firman, sukses merintis usaha sambal, kini giliran gitaris Saint Loco, Iwan Hudiarto, yang memberanikan diri menekuni ranah pembuatan roti secara independen.

Mengusung jenama Unplugged, Iwan menjajakan salt bread dan racikan kopi buatannya sendiri. Langkah yang mulanya berawal dari sekadar hobi ini kini berubah menjadi rutinitas penuh komitmen, hingga memaksa sang gitaris rela bangun pada dini hari demi memproduksi roti rakitan tangan berkualitas tinggi bagi para pelanggannya.

Berawal dari Kebiasaan Antre di Kedai Roti

Gagasan untuk mengoperasikan lini bisnis kuliner ini muncul secara alami. Iwan bercerita bahwa ide awal membangun usaha hadir lantaran ia kerap meluangkan waktu singgah ke kedai roti di kawasan Melawai dan Blok M. Menurutnya, kombinasi antara potongan roti lezat dan cangkir kopi hangat merupakan paduan sempurna untuk menikmati waktu santai.

Namun, kebiasaan rutin membeli kudapan di luar ternyata cukup menguras kantong. Dari kesadaran finansial itulah timbul tekad kuat dalam diri Iwan untuk mempelajari teknik pembuatannya secara mandiri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author