Beban Selisih Kurs Dolar Tekan Laba ICBP dan INDF Semester I 2026

Share

Lonjakan beban keuangan akibat kerugian selisih kurs nilai tukar rupiah menekan kinerja laba bersih anak usaha dan induk grup Indofood pada semester I-2026. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 33 persen menjadi Rp3,70 triliun, sementara PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terkoreksi 19 persen menjadi Rp4,72 triliun.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendongkrak beban keuangan ICBP sebesar 216 persen menjadi Rp4,09 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh pembengkakan rugi selisih kurs belum terealisasi dari aktivitas pembiayaan yang menembus Rp2,9 triliun, melonjak tajam dari posisi sebelumnya sebesar Rp227 miliar.

Meskipun laba bersih tertekan, pendapatan operasional kedua emiten tersebut tetap berada di jalur positif. Penjualan neto konsolidasi ICBP tumbuh 11 persen menjadi Rp41,86 triliun, sedangkan penjualan neto INDF terangkat 9 persen mencapai Rp65,53 triliun. Laba usaha ICBP naik 8 persen menjadi Rp9,15 triliun dan laba usaha INDF meningkat 14 persen menjadi Rp13,29 triliun dengan margin operasional masing-masing terjaga stabil di level 21,9 persen dan 20,3 persen. Keuntungan operasional inti atau core profit INDF turut terkerek 7 persen menjadi Rp6,18 triliun, sementara core profit ICBP bertambah 1 persen menjadi Rp5,40 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menegaskan kesiapan perseroan dalam menjaga performa bisnis di tengah ketidakpastian pasar global.

"Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," kata Anthoni dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).

Untuk menjaga kelangsungan bisnis anak usahanya, pimpinan manajemen juga menyiapkan langkah strategis operasional.

"Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi likuiditas, ICBP membukukan arus kas operasional sebesar Rp5,67 triliun atau naik 17 persen yang didorong oleh kenaikan penerimaan dari pelanggan hingga Rp40 triliun. Perseroan juga menekan belanja modal untuk penambahan aset tetap hingga lebih dari 50 persen menjadi Rp1,14 triliun. Posisi kas dan setara kas ICBP terkumpul Rp33,5 triliun, sedangkan total saldo kas dan setara kas INDF melonjak menjadi Rp54,12 triliun pada akhir Juni 2026.

Aset total INDF tercatat naik menjadi Rp231,24 triliun dengan liabilitas Rp106 triliun dan ekuitas Rp124,71 triliun. Sementara itu, aset total ICBP meningkat 6,2 persen menjadi Rp143,98 triliun, diikuti kenaikan liabilitas sebesar 11 persen menjadi Rp68,7 triliun akibat munculnya utang dividen Rp4,34 triliun dan utang obligasi Rp48,9 triliun, serta pertumbuhan ekuitas menjadi Rp52,77 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author