Kenali Ciri Anak Alami Anemia dan Cara Penanganannya

Share

Anemia pada anak merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dalam darah yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini seringkali merupakan gejala dari masalah kesehatan lain, bukan penyakit utama.

Menurut laman Boston Children's Hospital, anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah atau protein hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen, sehingga kekurangannya menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Jenis anemia beragam, namun pada anak-anak yang paling umum adalah anemia defisiensi besi, yaitu kekurangan zat besi yang menjadi komponen utama hemoglobin. Di Indonesia, prevalensi anemia defisiensi besi pada anak mencapai 40 hingga 50 persen, terutama pada kelompok usia balita dan anak sekolah.

Ciri paling mudah dikenali adalah kulit anak yang tampak pucat. Selain itu, gejala lain yang sering muncul meliputi perubahan warna mata menjadi kekuningan, bibir pucat, kelopak mata yang tampak sayu, serta kuku berwarna lebih pucat dari biasanya.

Anak dengan anemia juga cenderung lebih rewel, malas diajak bicara, mudah lelah, dan sering tidur siang lebih lama dari biasanya. Warna urine yang gelap juga dapat menjadi tanda anemia.

Jika anemia sudah parah, gejala dapat meluas seperti sesak napas, jantung berdebar cepat, sakit kepala, pusing, pembengkakan tangan atau kaki, bahkan pingsan dan lidah terasa sakit atau membengkak.

Diagnosis dan Penanganan Anemia pada Anak

Diagnosis anemia dilakukan melalui pemeriksaan medis, termasuk tes darah yang mengukur kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Proses ini juga dapat dilengkapi dengan pengukuran hematokrit, elektroforesis hemoglobin, serta pemeriksaan sumsum tulang jika diperlukan.

Penanganan anemia pada anak bergantung pada penyebabnya. Pengobatan meliputi pemberian suplemen zat besi, perubahan pola makan, serta pengobatan kondisi penyebab jika ditemukan. Pada kasus anemia berat, tindakan seperti transfusi darah atau transplantasi sel punca dapat diperlukan.

Penanganan tepat dan cepat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah utama saat gejala anemia muncul pada anak.

Informasi ini dikutip dari HaiBunda sebagai sumber terpercaya terkait kesehatan anak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author