SMA Labschool Kebayoran Gelar SkyAvenue 2026 di Istora Senayan
SMA Labschool Kebayoran kembali melangsungkan pergelaran festival seni tahunan SkyAvenue 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, perhelatan yang dikelola secara penuh oleh para siswa ini menandai penyelenggaraan ke-21 sepanjang sejarah pensi tersebut.
Ajang kreativitas siswa ini menyajikan pertunjukan musik, pameran seni, hingga kampanye sosial. Panitia penyelenggara melepas sekitar 5.600 lembar tiket untuk mengakomodasi antusiasme penonton pada tahun ini.
Wakil Ketua Pelaksana SkyAvenue 2026, Rafi, mengungkapkan bahwa jajaran pengisi acara tahun ini dikemas sangat meriah dengan deretan musisi ternama tanah air.
"Tahun ini tentu kita menghadirkan guest star yang enggak kalah keren daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu kami menghadirkan Sheila On 7, sedangkan tahun ini ada Dewa feat Ari Lasso dan Marcello Tahitoe. Selain itu juga ada Naykilla, RAN, Kahitna, dan Raisa," kata Rafi, Wakil Ketua Pelaksana SkyAvenue 2026.
Sektor penjualan tiket mencatatkan respons tinggi dari masyarakat. Penjualan tiket kategori awal berhasil dihabiskan oleh pembeli dalam kurun waktu yang amat singkat.
"Awalnya kami membuka Presale A, Presale B, dan Presale C. Alhamdulillah setiap presale sold out dalam kurang dari lima menit. Setelah itu kami buka penjualan normal ticket dan sekarang seluruh kategori tiket sudah sold out," kata Rafi.
Penjualan seluruh kategori tiket tersebut akhirnya mengumpulkan total ribuan pengunjung di lokasi acara.
"Kita di sekitar 5.600 penonton," kata Rafi.
Selain menyajikan penampilan hiburan, festival ini mengusung misi kepedulian lingkungan. Ketua Pelaksana SkyAvenue 2026, Nadif Safei Daulay, menjelaskan fokus kampanye sosial tahun ini mengangkat topik perubahan iklim.
"Kalau tahun lalu fokusnya terhadap isu sampah plastik di lautan, tahun ini kami mengangkat isu pemanasan global. Alhamdulillah kami kembali meraih rekor MURI melalui replika pohon dari kain bekas terbesar di Indonesia. Itu menjadi salah satu bentuk komitmen kami terhadap isu-isu lingkungan," kata Nadif Safei Daulay, Ketua Pelaksana SkyAvenue 2026.
Pengerjaan instalasi seni ramah lingkungan tersebut membutuhkan persiapan panjang. Panitia merancang konsep selama enam bulan pertama sebelum melangkah ke tahap pembuatan fisik karya.
"Perencanaan konsep memakan waktu paling lama karena kami berpikir bagaimana menghadirkan sesuatu yang berbeda dan lebih baik dari instalasi tahun lalu. Setelah itu proses realisasinya juga sekitar enam bulan. Seluruh panitia dan siswa SMA Labschool Kebayoran turun langsung mengumpulkan kain bekas, merangkai, hingga membuat instalasi tersebut," kata Nadif.
Penyelenggara berharap pelaksanaan festival seni tahunan ini dapat menyajikan pengalaman positif bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Semoga hari ini acara SkyAvenue 2026 bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan, semua kondusif, dan semua pihak yang terlibat pada hari ini dapat pulang dengan hati yang gembira dan membawa kenangan yang bermakna," kata Nadif.