Keindahan Danau Tondano Menyimpan Pesona Wisata Kuliner dan Sejarah
Sulawesi Utara memiliki Danau Tondano yang tercatat sebagai danau terbesar di wilayah tersebut. Destinasi alam ini berlokasi di Tondano, ibu kota Kabupaten Minahasa, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan dari Kota Manado. Perjalanan menuju kawasan danau menyajikan panorama berupa hamparan sawah hijau, kawasan penggembalaan kuda, serta pemukiman penduduk dengan rumah adat khas Minahasa.
Pemandangan seluruh area tersebut makin memesona dengan latar belakang Gunung Lokon yang berdiri megah. Sesampainya di kawasan perairan, pengunjung dapat menyaksikan burung camar dan elang yang terbang melintas untuk mencari ikan. Di sudut perairan lainnya, para nelayan setempat tampak sibuk mengelola keramba ikan mereka, seperti dikutip dari Detik Travel.
Selain keindahan panorama alamnya, destinasi ini juga menarik minat para pencinta wisata kuliner. Di sepanjang tepi danau berdiri berbagai tempat makan yang menyajikan beragam masakan khas Sulawesi Utara.
Sejumlah sajian yang dapat dinikmati wisatawan antara lain ikan mujair bakar dan olahan nike, yakni ikan teri endemik khas Danau Tondano. Selain itu, tersedia pula hidangan tinutuan atau bubur Manado, pisang goroho dengan dabu-dabu roa, serta aneka kudapan tradisional lainnya.
Situs Sejarah Benteng Moraya
Tidak jauh dari area danau, pengunjung dapat mendatangi Benteng Moraya. Lokasi ini menyediakan layanan penyewaan pakaian kabasaran yang merupakan busana tradisional Minahasa untuk digunakan berfoto oleh para wisatawan.
Monumen peringatan Benteng Moraya dibangun di titik pertempuran terakhir masyarakat Minahasa saat melawan pasukan Belanda pada Perang Tondano rentang 1808–1809. Bangunan menara dan relief di sekitarnya mengabadikan catatan sejarah perjuangan tersebut sekaligus menyajikan pemandangan persawahan di sekitar Danau Tondano.