Kebakaran Hanguskan 230 Kios di Pasar Sepinggan Balikpapan

Share

Kebakaran besar melanda Pasar Sepinggan di Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat pagi (31/7/2026), menghanguskan sekitar 230 kios dan memaksa evakuasi pedagang.

Asap tebal membumbung tinggi dan api cepat menyebar karena bangunan kios yang berdekatan serta banyak yang berbahan kayu, sehingga proses pemadaman berlangsung sulit.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan mereka menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.00 Wita dan langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam serta bantuan dari TNI, Polri, Brimob, dan relawan.

"Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan seluruh unit dari berbagai sektor. Kami juga dibantu TNI, Polri, Brimob, Ditsamapta Polda Kaltim, Pertamina Hulu Mahakam, serta unsur relawan," ujar Usman.

Petugas berupaya mengurung api agar tidak meluas ke kios lain, kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

"Dalam upaya pemadaman, kami terhambat akses menuju lokasi yang cukup sempit dan aktivitas warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang mereka," tambah Usman.

Usman menambahkan pendataan kios terdampak belum selesai karena lokasi belum sepenuhnya aman dan proses penyelidikan penyebab kebakaran masih dilakukan polisi.

"Untuk penyebab pastinya nanti akan disampaikan oleh tim Inafis dan Satreskrim Polresta Balikpapan setelah proses penyelidikan selesai," kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menyatakan pihaknya mulai menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang terdampak agar mereka dapat kembali berjualan.

"Setelah pendinginan selesai akan dibuat berita acara, kemudian dilanjutkan rekonstruksi oleh Polres. Setelah itu kami lakukan pembersihan sambil mengurus pembiayaan pembangunan TPS," ujar Haemusri.

Haemusri memperkirakan pembangunan TPS memerlukan waktu sekitar satu bulan dan hanya pedagang yang benar-benar terdampak yang difasilitasi menempati TPS tersebut.

"Pembangunan TPS bisa memakan waktu sekitar satu bulan. Harapan kami pedagang bersabar. Untuk sementara masih bisa berjualan di pelataran pasar atau memanfaatkan lahan kosong yang ada karena kondisinya memang darurat," katanya.

Haemusri juga mengungkapkan minimnya fasilitas keselamatan kebakaran di pasar, seperti ketiadaan alat pemadam api ringan (APAR).

"Dari aspek keamanan tidak ditemukan APAR untuk melakukan penanganan awal. Akibatnya pedagang panik dan api tidak bisa segera dikuasai hingga merembet ke beberapa petak kios," ujarnya.

Selain penanganan darurat, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan rencana revitalisasi Pasar Sepinggan yang sudah berdiri sejak era 1970-an.

"DED sudah ada, tetapi perlu direview kembali, kemudian dilengkapi proses perizinan dan administrasinya. Kalau semuanya sudah lengkap baru kami usulkan untuk revitalisasi," kata Haemusri.

Sementara itu, seorang pedagang bernama Nursalam menceritakan awal kebakaran yang bermula dari asap tipis di bagian belakang pasar sekitar pukul 06.50 Wita.

"Awalnya saya kira hanya orang membakar rak telur. Jadi saya tidak terlalu curiga," ujar Nursalam.

Namun setelah bau karet terbakar tercium, ia mendekati dan menemukan api sudah menjalar di atas plafon area usaha es batu.

"Pas saya cek, ternyata api sudah ada di atas plafon. Bau karetnya juga sudah sangat kuat," kata Nursalam.

Ia berusaha mencari APAR untuk memadamkan api, tapi tidak ditemukan sehingga api semakin cepat membesar dan merembet ke kios lain.

"Saya sempat cari APAR, tapi tidak ada yang bisa dipakai. Api sudah cepat sekali membesar," ujarnya.

Akibat kebakaran, enam petak tokonya yang menjual sepatu dan perlengkapan usaha hangus terbakar dan kerugiannya diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Di tengah musibah, muncul aksi solidaritas dari pedagang kue tradisional yang membagikan dagangan kepada petugas pemadam api dan relawan.

Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi agar pedagang bisa kembali berjualan setelah kondisi pasar aman.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Balikpapan kebakaran pasar
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author