Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia di Bantul
Dunia seni rupa Indonesia kehilangan salah satu figur berpengaruh setelah maestro lukis Nasirun mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB.
Kabar duka mengenai wafatnya perupa berusia 60 tahun tersebut pertama kali dibagikan oleh penulis sekaligus sahabat almarhum, Agus Noor, melalui akun media sosial pribadinya.
"Mendapat kabar, pelukis Nasirun meninggal dunia, sekitar pukul 05.30-an pagi tadi," tulis Agus Noor.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah seniman kelahiran Cilacap tersebut dijadwalkan bakal dikebumikan di kompleks Makam Seni Girisapto, Imogiri, Bantul.
Nasirun memiliki perjalanan panjang di kancah seni kontemporer Tanah Air. Lahir pada 1 Oktober 1965 dengan nama asli Masyhuri, orang tuanya mengganti namanya menjadi Nasirun lantaran ia sering sakit-sakitan sewaktu kecil.
Pendidikan seninya dimulai di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta pada 1983 dengan mengambil jurusan seni kriya batik. Ia kemudian melanjutkan studi ke jurusan Seni Murni Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI)—yang kini menjadi ISI Yogyakarta—pada 1987 dan lulus pada 1994.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bentara Budaya, karakter melukis Nasirun sangat identik dengan gaya ekspresif yang kaya akan makna simbolis. Gaya karyanya mengombinasikan kearifan lokal, cerita wayang, dan dongeng mistik warisan ibunya, serta kedalaman spiritualitas tasawuf Islam yang dipelajari dari sang ayah.
Sepanjang kariernya, ia tercatat sebagai perupa yang amat produktif dengan menggelar ratusan pameran di tingkat nasional maupun internasional. Rekam jejak prestasinya juga ditandai dengan berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Sketsa dan Seni Lukis terbaik ISI Yogyakarta, McDonald Award pada Lustrum ISI ke-X, hingga Philip Morris Award pada 1997.