Tencent Dikabarkan Membatalkan Proyek Game Last Sentinel
Pengembangan proyek game open-world Last Sentinel buatan studio Lightspeed LA dikabarkan resmi dihentikan oleh pihak Tencent setelah mendapatkan hasil pengujian internal yang dinilai tidak memuaskan pada akhir Juli 2026, seperti dilansir dari Gamebrott.
Keputusan pembatalan proyek bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat tersebut berdampak langsung pada pemutusan hubungan kerja terhadap 80 karyawan studio. Langkah efisiensi ini diambil guna memangkas ruang lingkup kerja Lightspeed LA agar dapat menyesuaikan dengan ekspektasi manajemen.
Proyek game aksi bertema sibernetik di Tokyo ini awalnya diproyeksikan Tencent untuk menyaingi waralaba Grand Theft Auto milik Rockstar. Namun, sesi uji coba tertutup pada awal tahun 2026 justru memicu respons negatif dari jajaran eksekutif karena kualitas permainan dianggap kaku dan jauh dari standar pesaingnya.
Pendiri studio Lightspeed LA, Steve Martin, dilaporkan telah menyampaikan kepada internal tim bahwa Tencent tidak lagi melanjutkan pendanaan untuk Last Sentinel. Meski demikian, baik Tencent maupun Lightspeed LA hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait status kelanjutan studio tersebut.