Teddy Indra Wijaya Temui Arsjad Rasjid Bahas Industri Nasional

Share

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan mantan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat (31/7/2026) dini hari. Pertemuan yang membahas isu strategis ini berlangsung tepat sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan pimpinan Kadin se-Indonesia di Istana pada siang harinya.

Diskusi mendalam kedua tokoh tersebut berfokus pada langkah percepatan transisi energi serta penguatan daya saing industri nasional. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang digagas Arsjad sejak tahun 2022 turut menjadi poin pembahasan utama.

"Menerima kunjungan pengusaha nasional Arsjad Rasjid untuk berdiskusi mengenai sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan penguatan industri nasional dan percepatan transisi energi," kata Teddy, Seskab.

Pengembangan industri motor listrik nasional dinilai sejalan dengan pemanfaatan hilirisasi nikel sebagai bahan baterai. Langkah ini ditujukan guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.

"Serta memperkuat daya saing industri nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan," ujar Teddy, Seskab.

Sinergi antara kalangan dunia usaha dan pemerintah dinilai vital untuk mendorong investasi sektor strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih di tanah air.

Sebelumnya pada tahun 2024, Arsjad Rasjid yang sempat menjabat Ketua TPN Ganjar-Mahfud digantikan dari posisi Ketua Umum Kadin melalui Munaslub di Hotel St Regis, Jakarta Selatan. Posisi kepemimpinan organisasi tersebut kemudian diisi oleh Anindya Bakrie yang terpilih secara aklamasi.

"Organisasi Kadin adalah organisasi independen, bukan organisasi pemerintah, dan bukan organisasi politik," kata Nurdin Halid, Pimpinan Munaslub Kadin.

Nurdin menyebut terdapat sejumlah pelanggaran anggaran dasar yang memicu pencopotan tersebut. Selain masalah independensi, aspirasi pengurus daerah dinilai tidak tersalurkan dengan baik.

"Ketua umum yang melekat sebagai ex officio. Artinya apa? Bahwa seorang ketua umum Kadin harus menjaga independensi Kadin.

Nah, itu salah satu hal yang tidak dijaga dengan baik oleh Pak Arsjad. Dan itu aspirasi dari bawah tidak bisa terhindarkan," ujar Nurdin Halid, Pimpinan Munaslub Kadin.

Munaslub tersebut diklaim dihadiri oleh 21 perwakilan Kadin Provinsi serta 25 Anggota Luar Biasa (ALB). Agenda itu juga dihadiri oleh Menteri Investasi yang juga mantan Ketum Kadin Indonesia Rosan Roeslani.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: KADIN kendaraan listrik Seskab
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author