Budisatrio Djiwandono Tegaskan Kualitas Kader Karang Taruna Jadi Fokus
Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) memprioritaskan peningkatan kualitas kader daripada sekadar kuantitas anggota dalam agenda Training of Trainers dan Retret Pengurus di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026), dilansir dari Detikcom.
Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono menyampaikan bahwa dampak nyata organisasi terhadap masyarakat sangat bergantung pada mutu individu di dalamnya. Karang Taruna yang kini berusia hampir 66 tahun terus didorong melakukan kaderisasi secara berkelanjutan.
"Sebuah organisasi yang kuat, organisasi yang besar, organisasi yang berdampak itu tidak ditentukan dengan jumlah atau kuantitas kader-kader. Tapi ditentukan oleh kualitas daripada kader-kader di dalam organisasi itu sendiri," ujar Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Budisatrio Djiwandono.
Fokus kepengurusan saat ini diarahkan pada pembenahan internal serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pembenahan tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan untuk melahirkan kader penggerak di daerah, dengan pintu organisasi yang terbuka luas bagi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang sosial maupun politik.
Pandangan mengenai pentingnya kualitas kader tersebut sejalan dengan arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Mensos menyoroti potensi besar organisasi ini yang telah memiliki lebih dari 83 ribu kader serta tersebar di puluhan ribu titik pengabdian dari tingkat desa hingga provinsi.
"Ini adalah modal sosial yang luar biasa. Ini aset bangsa dan ini adalah tantangan untuk Pak Budi dan teman-teman sekalian," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Kementerian Sosial menetapkan lima fokus tugas bagi Karang Taruna, meliputi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pendampingan keluarga penerima manfaat, penguatan kesiapsiagaan bencana, pengembangan kewirausahaan pemuda, serta pendampingan kelompok rentan.
"Kami mengajak Karang Taruna turut berpartisipasi menyukseskan program-program Bapak Presiden Prabowo dalam rangka melayani kelompok-kelompok rentan, memperkuat data, dan ikut dalam program-program pemberdayaan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Kegiatan retret yang diikuti 107 pengurus nasional dan 18 pengurus provinsi ini berlangsung hingga 2 Agustus 2026. Agenda penutup diisi dengan penguatan kapasitas, outbound, serta bakti sosial penyerahan bantuan perlengkapan sekolah dan air bersih untuk warga lokal.