Kebakaran Gerai Makanan Picu Kepulan Asap Bandara Ngurah Rai
Insiden kepulan asap melanda lantai dua Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat kebakaran pada sebuah gerai makanan instan pada Kamis (30/7) malam sekitar pukul 21.57 WITA. Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh pihak pengelola bandara dan kepolisian setempat, seperti dilansir dari Detik Travel.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi membenarkan kemunculan asap di area komersial tersebut.
"Dapat kami sampaikan bahwa terjadi insiden kepulan asap di gerai komersial yang berlokasi di lantai 2 Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Kamis (30/7) malam sekitar pukul 21.57 Wita," ujar Gede Eka Sandi Asmadi.
Penanganan awal langsung dilakukan oleh petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) bersama personel bandara lainnya. Petugas juga mengarahkan para pengguna jasa untuk mengamankan diri dari tempat kejadian.
"Insiden tidak berdampak pada korban luka dan operasional kebandarudaraan serta pelayanan kepada pengguna jasa bandara tetap berjalan normal," kata Gede Eka Sandi Asmadi.
Ps Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Iptu I Gede Suka Artana, atas seizin Kapolres AKBP I Made Hendra Agustina, menyampaikan penyebab kebakaran berasal dari letupan api mesin pemanggang daging (grill) yang menjalar ke saluran exhaust.
"Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih melakukan penyelidikan atau pendalaman terkait kejadian kebakaran tersebut," ujar Iptu I Gede Suka Artana pada Jumat (31/7).
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa percikan api timbul saat seorang pekerja mengoperasikan mesin pemanggang.
"Saat itu suhu mesin mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak normal sebelum akhirnya muncul kobaran api yang membesar dan menjalar ke saluran exhaust," kata Iptu I Gede Suka Artana.
Pekerja restoran sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) setelah mematikan kompor dan panel exhaust. Namun, api di dalam saluran pembuangan asap tidak terjangkau sehingga sebagian plafon harus dibongkar.
Petugas ARFF beserta sistem sprinkler otomatis akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan total kobaran api pada pukul 22.10 WITA. Blower kemudian digunakan untuk membuang sisa asap di lokasi kejadian.
Personel kepolisian bersama instansi terkait telah memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi. Kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp10 juta.
"Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai," kata Iptu I Gede Suka Artana.