Polisi Ungkap Atlet Golf Jesslyn Wijaya Dibawa Orang Suruhan Ibunya

Share

Misteri dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay (34) di sebuah restoran kawasan Jakarta Pusat pada Senin malam, 13 Juli 2026, akhirnya terungkap setelah kepolisian mengonfirmasi pelaku penjemputan merupakan orang suruhan ibunya sendiri, dilansir dari Detikcom.

Hasil penyelidikan Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menunjukkan keberadaan Jesslyn yang sempat terdeteksi di Semarang sebelum akhirnya terbang ke Malaysia dan Bangkok bersama ibu serta tantenya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan keterlibatan pihak keluarga dalam peristiwa penjemputan atlet nasional tersebut di Mapolda Metro Jaya pada Jumat, 31 Juli 2026.

"Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Pihak kepolisian membeberkan rute perjalanan yang ditempuh rombongan keluarga tersebut dari tempat kejadian perkara di Jakarta Pusat hingga menuju ke luar negeri.

"Jeslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya," jelas AKBP Roby Heri Saputra.

Polisi menduga motif penjemputan paksa tersebut berkaitan dengan hubungan asmara antara Jesslyn dan kekasihnya yang tidak mendapat restu dari pihak orang tua.

"Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Penyidik saat ini memfokuskan penanganan perkara pada konfirmasi langsung dari korban guna menentukan keberadaan unsur tindak pidana penculikan.

"Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jeslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," jelas AKBP Roby Heri Saputra.

Sebelumnya, laporan dugaan penculikan disampaikan oleh saksi berinisial NA setelah calon suami Jesslyn, Evan, kehilangan kontak secara mendadak pada malam perayaan ulang tahun nenek korban.

Kuasa hukum Evan membeberkan kesaksian warga di sekitar restoran yang melihat proses penjemputan paksa terhadap atlet golf tersebut.

"Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti.

Pelacakan sinyal telepon seluler yang dilakukan pihak Evan sempat menunjukkan lokasi perangkat berada di area kediaman orang tua korban kawasan Ancol.

"Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jesslyn. Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran," kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti.

Pihak pelapor telah mencabut laporan resmi di Polres Metro Jakarta Pusat setelah data manifes penerbangan memastikan keberadaan Jesslyn bersama keluarganya di luar negeri.

"Kemarin calon suami Jesslyn didengarkan keterangannya di Polres. Dan Evan selaku calon suami saat ini fokus untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn," kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti.

Data manifes penerbangan mencatat kepindahan Jesslyn menuju Kuala Lumpur berjarak satu hari setelah insiden penjemputan di restoran tersebut terjadi.

"Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Penyidik kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara di restoran Jakarta Pusat dan mengonfirmasi tidak terdapat rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author