Berjalan Kaki Setelah Makan Turunkan Kadar Gula Darah dan Cegah Hiperglikemia
Berjalan kaki selama 10-15 menit setelah makan dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu pencegahan hiperglikemia, kata ahli endokrinologi Kelly Wood, MD, dilansir dari Detik Health.
Studi tahun 2025 menunjukkan berjalan kaki singkat setelah makan efektif menurunkan lonjakan gula darah, bahkan hanya dalam 10 menit. Kadar gula darah biasanya meningkat sampai 120-140 mg/dL dan puncaknya terjadi antara 30 hingga 90 menit setelah makan.
Wood menjelaskan, berjalan kaki saat fase peningkatan gula darah memungkinkan otot menyerap glukosa dari aliran darah sebelum meningkat terlalu tinggi.
"Kadar gula darah biasanya mencapai puncaknya antara 30 hingga 90 menit setelah makan. Berjalan kaki selama fase peningkatan ini memungkinkan otot menyerap glukosa sebelum membanjiri aliran darah," ujar Wood.
Otot besar seperti quadriceps, hamstring, dan betis berkontraksi saat berjalan, sehingga memerlukan energi langsung yang diambil dari glukosa darah tanpa perlu insulin.
"Saat mulai berjalan, kelompok otot besar seperti otot paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), dan betis akan berkontraksi berulang kali," kata Wood.
"Glukosa diambil langsung dari aliran darah menuju otot yang sedang bekerja untuk dibakar menjadi energi, tanpa memerlukan insulin," tambahnya.
Kebiasaan ini juga bermanfaat bagi orang yang tidak diabetes. Berjalan kaki setelah makan membantu mengurangi lonjakan gula darah dan insulin pada orang dewasa tanpa diabetes maupun pradiabetes.
"Berjalan kaki sebentar setelah makan dapat mengurangi lonjakan gula darah dan insulin setelah makan pada orang dewasa yang tidak mengalami diabetes maupun pradiabetes," ujar Wood.
Selain itu, kebiasaan ini membantu menjaga fungsi sel beta pankreas dengan mengurangi beban produksi insulin berlebih.
Manfaat lain dari berjalan kaki setelah makan adalah mengurangi kembung. Sebuah penelitian menemukan berjalan kaki 10-15 menit setelah makan selama satu bulan lebih efektif mengurangi perut kembung dibanding obat.
Berjalan kaki juga merangsang motilitas lambung, membantu pencernaan dengan mendorong makanan bergerak di saluran cerna.
Berjalan kaki setelah makan juga meningkatkan energi dengan mengurangi lonjakan gula darah yang dapat menyebabkan penurunan gula darah reaktif.
"Hal ini dapat mengurangi rasa lesu dan kelelahan setelah makan, sekaligus menjaga tingkat energi tetap lebih stabil sepanjang sore hingga malam hari," tambah Wood.