Sabtu Kliwon 1 Agustus 2026 Bertepatan Hari Taliwangke
Penanggalan Jawa untuk hari Sabtu, 1 Agustus 2026, bertepatan dengan tanggal 15 Sapar 1960 Jawa pada Tahun Be, Windu Sancaya, dan Wuku Kuruwelut. Hari tersebut juga dikategorikan sebagai hari taliwangke yang dinilai kurang baik untuk hajatan besar. Kombinasi hari Sabtu dan pasaran Kliwon menghasilkan nilai neptu sebesar 17.
Menurut perhitungan pangarasan, weton ini berada di bawah naungan Lakuning Bumi yang menggambarkan sifat pemurah dan suka melindungi. Sisi pancasuda weton ini tergolong Tunggak Semi, yakni simbol rezeki yang terus mengalir seperti pohon terpotong yang kembali bertunas. Pemilik weton ini umumnya berwatak sopan dan ramah, meski cenderung senang disanjung serta menyukai kegiatan berwisata.
Dalam siklus Wuku Kuruwelut yang dilambangkan oleh Bathara Wisnu, hari Sabtu Kliwon tergolong sebagai hari taliwangke. Masyarakat tradisional menganggapnya kurang cocok untuk menggelar acara pernikahan, namun tepat untuk memasang perangkap buruan dan membuat dayung.
Sistem penanggalan Jawa secara keseluruhan memadukan unsur Islam, Hindu, dan kalender Julian yang digagas sejak era Sultan Agung dari Mataram. Struktur bulannya diselaraskan dengan penanggalan Hijriah yang berganti dalam siklus 29 hingga 30 hari.
| No | Nama Bulan Jawa | Nama Bulan Hijriah | Jumlah Hari |
|---|---|---|---|
| 1 | Sura | Muharram | 30 hari |
| 2 | Sapar | Safar | 29 hari |
| 3 | Mulud / Rabingulawal | Rabiul Awal | 30 hari |
| 4 | Bakda Mulud / Rabingulakir | Rabiul Akhir | 29 hari |
| 5 | Jumadilawal | Jumadil Awal | 30 hari |
| 6 | Jumadilakir | Jumadil Akhir | 29 hari |
| 7 | Rejeb | Rajab | 30 hari |
| 8 | Ruwah / Arwah / Saban | Sya'ban | 29 hari |
| 9 | Pasa / Puwasa / Siyam / Ramelan | Ramadhan | 30 hari |
| 10 | Sawal | Syawal | 29 hari |
Perhitungan pasaran seperti Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage dalam Pancawara hingga kini terus dipergunakan masyarakat Jawa untuk merencanakan berbagai kegiatan adat, hajatan, hingga usaha dagang.