Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Sandro Tonali Senilai 100 Juta Pound
Gelandang asal Italia, Sandro Tonali, resmi menyelesaikan kepindahannya ke Tottenham Hotspur dari Newcastle United pada Juli 2026. Nilai transfer sang pemain mencapai 100 juta pound sterling, menjadikannya pembelian termahal sepanjang sejarah klub asal London Utara tersebut.
Keputusan pemain berusia 26 tahun tersebut untuk meninggalkan St James' Park didorong oleh keinginan mencari tantangan baru di bawah asuhan manajer Roberto De Zerbi. Kepindahan ini sekaligus melengkapi perombakan lini tengah Spurs yang sebelumnya juga mendatangkan Mateus Fernandes dari West Ham senilai 85 juta pound sterling.
Tonali menjelaskan bahwa prioritas utamanya saat memutuskan hengkang adalah memastikan mantan klubnya mendapatkan nilai transfer terbaik.
"Hal pertama adalah mendapatkan kesepakatan terbaik untuk Newcastle. Saya bertemu dengan beberapa orang terbaik untuk sepak bola di sana. Mereka mencintai sepak bola.
Mereka hidup untuk sepak bola. Ketika saya memutuskan untuk pindah, saya mengatakan kepada agen saya dan Ross Wilson bahwa saya menginginkan kesepakatan terbaik untuk Newcastle karena mereka berhak mendapatkan segalanya. Inilah sepak bola.
Terkadang Anda harus memahami bagaimana segala sesuatunya dapat berubah dalam hidup Anda dalam lima menit," kata Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Pemain yang mencatatkan 110 penampilan bersama Newcastle itu mengungkapkan bahwa batasan finansial klub-klub Serie A membuat rencana kepindahannya kembali ke Italia tidak memungkinkan.
"Kami tinggal tiga tahun di Newcastle dan setelah tiga tahun, kami berbicara bersama, saya dan keluarga saya. Tidak mungkin karena uang. Untuk gaji, Anda bisa bicara kapan saja, tetapi jika Anda tidak menemukan uang untuk transfer, Anda tidak memiliki kesempatan untuk pindah.
Inggris adalah solusi kami dan kami menemukan solusi terbaik di Inggris untuk saya, karier saya, sepak bola saya, kebahagiaan saya, untuk keluarga saya. Saya berbicara dengan dua tim. Saya memahami setelah 10, 15 menit bahwa Tottenham akan menjadi tim saya berikutnya," ujar Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Pendekatan persuasif dan visi taktis yang disampaikan oleh Roberto De Zerbi menjadi faktor kunci yang meyakinkan Tonali untuk memilih bergabung dengan kubu London Utara.
"Setelah musim lalu, saya berbicara dengan istri saya. Kami ingin mengubah hidup kami. Bukan hanya kotanya.
Kami ingin mengubah segalanya. Kami berbicara dengan dua klub. Ketika kami berbicara dengan Tottenham, kami memutuskan untuk bergabung dengan tim ini.
Mereka berbicara dengan 100 persen passion, 100 persen keseriusan. Untuk kota ini, untuk kehidupan saya di luar sepak bola untuk keluarga saya, OK, itu seperti 10 persen. Roberto dan direktur membuat perbedaan pada kesepakatan ini.
Saya berbicara setelah dua menit dengan istri dan keluarga saya dan saya berkata, 'Mungkin ini akan menjadi salah satu keputusan terbaik dalam karier saya'. Dia memberi tahu saya, 'Anda memiliki 100 persen kendali atas keputusan ini'," tutur Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Selain visi klub, De Zerbi juga memberikan gambaran mengenai tantangan serta potensi besar yang dimiliki skuad Spurs untuk mengarungi musim mendatang.
"Roberto mengatakan proyek ini akan berat tetapi akan sempurna untuk saya, untuk Anda, untuk kota ini, dan kita dapat melakukan salah satu musim terbaik karena kita memiliki pemain-pemain besar. Kita hanya harus bekerja keras," ucap Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Terkait nilai transfer bernilai fantastis yang menyertai kepindahannya, Tonali menyatakan siap menghadapi tekanan dan fokus memberikan performa terbaiknya di lapangan.
"Anda harus memahami bahwa inilah sepak bola. Harganya berbeda sekarang dibandingkan 10 tahun lalu. Saya tahu saya memiliki banyak tekanan tetapi saya tahu saya seorang pemain sepak bola, saya tahu tanggung jawab saya, saya tahu tim ini, saya tahu orang-orang di sini.
Saya harus bermain seperti pemain biasa, pemain Tottenham biasa, dengan passion, menyalurkan energi saya setiap hari. Ini bukan 1 juta, 10 juta, atau 100 juta pound. Anda hanya harus menjadi pemain yang penuh passion untuk manajer ini," kata Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Gelandang timnas Italia itu turut menilai perbedaan pendekatan taktis antara mantan pelatihnya di Newcastle, Eddie Howe, dengan De Zerbi.
"Semua manajer berbeda. Saya menghabiskan tiga tahun bersama Eddie dan dia luar biasa, terutama bagi saya. Namun sekarang saya menemukan manajer berbeda yang banyak bekerja di lapangan, banyak dengan taktik, banyak dengan bola. Kami suka bermain dengan bola karena kami adalah tim besar dengan pemain-pemain besar," ujar Tonali, Pemain Tottenham Hotspur.
Hubungan emosional antara Tonali dan De Zerbi juga terikat oleh kota asal mereka, Brescia. Ayah De Zerbi, Alfredo, merupakan pimpinan kelompok pendukung Brescia Calcio yang menanamkan semangat sepak bola sejak De Zerbi kecil. Di sisi lain, Tonali menimba ilmu di akademi Brescia sejak usia 12 tahun sebelum menembus tim utama.
"Saya lahir di Brescia, seratus meter dari stadion; saya seorang tifoso Brescia – itu ada dalam DNA keluarga saya – dan bagi kami, bermain melawan Atalanta seperti derby yang sengit; kami akan memikirkannya dari Senin hingga Minggu," kata Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.
Perjalanan De Zerbi dalam membangun prinsip kepelatihannya dipengaruhi oleh dinamika keluarga dan krisis ekonomi 1990-an yang sempat menimpa keluarganya di Brescia.
"Dia selalu ada di sekitar kita pada masa-masa itu. Dia mengorganisasi perjalanan tandang, tahu pemain mana yang akan mengunjungi klub suporter mana dan kapan. Dia mengurusi semuanya.
Alfredo adalah penggemar berat sepak bola. Dia adalah karakter yang bersemangat, berapi-api, dan seorang ayah yang luar biasa. Dia adalah orang yang lembut, tetapi penuh energi pada saat yang sama.
Sangat sopan, tetapi tidak pernah takut mengatakan apa yang dipikirkannya, apakah orang setuju dengannya atau tidak. Tidak banyak orang seperti dia di sepak bola saat ini. Semuanya telah banyak berubah.
Dia memberikan passion-nya kepada klub," ujar Rosanna Pedrollo, Mantan Staf Administrasi Brescia.
Nilai-nilai solidaritas dan kerja keras dari masa mudanya tetap dipegang teguh oleh De Zerbi hingga meniti karier kepelatihan profesional saat ini.
"Datang dari latar belakang yang sederhana, kesuksesan tidak pernah membuatnya meninggalkan prinsip atau nilai-nilainya. Dia tetap menjaga prinsip-prinsip solidaritas dan kemurahan hati yang ditanamkan oleh orang tuanya dan tidak pernah mengingkari asal-usul sosialnya. Dia tahu persis di sisi barikade mana dia berdiri: bersama rakyat.
Secara insting dia memihak mereka yang tertindas. Itu mencerminkan watak pemberontaknya, yang ditempa oleh kisah hidupnya sendiri," kata Salim Lamrani, Penulis Buku Sepak Bola.
Tottenham Hotspur dijadwalkan melanjutkan laga pramusim melawan Chelsea di Sydney sebelum memulai laga pembuka Liga Premier musim 2026-2027 menghadapi Brentford pada 22 Agustus.