PT Taspen Tegaskan Informasi Bantuan Dana Pensiun Rp130 Juta Adalah Hoaks
PT Taspen (Persero) mengonfirmasi bahwa beredarnya informasi mengenai pendaftaran program bantuan dana pensiun sebesar Rp130 juta di media sosial merupakan bentuk hoaks dan modus penipuan digital yang menyasar para pensiunan di Indonesia.
Maraknya klaim palsu tersebut ditemukan menyebar dalam berbagai platform media sosial seperti Facebook dan TikTok, dengan menyertakan tautan tidak resmi, nomor kontak pemasaran, hingga rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang mencatut nama pejabat publik.
Pihak pengelola jaminan sosial aparatur sipil negara tersebut mengimbau masyarakat agar tidak memberikan data pribadi berupa KTP, SK Pensiunan, maupun Kartu Identitas Pensiun (KARIP) ke pihak yang mengatasnamakan lembaga resmi.
"Termasuk berita hoax dan penipuan yang mengatasnamakan Taspen dengan menjanjikan program bantuan untuk pensiunan. Dalihnya sih untuk bantu perekonomian pensiun di Indonesia, nyatanya itu penipuan loh," kata PT Taspen (Persero).
Pengelola jaminan sosial tersebut juga meminta publik agar senantiasa melakukan verifikasi informasi mengenai layanan purna tugas secara bijak guna menghindari risiko pencurian data pribadi maupun kerugian material.
"Segala informasi yang berkaitan dengan Taspen hanya dapat diakses melalui situs resmi www.taspen.co.id dan media sosial Taspen. Yuk, lebih waspada terhadap hoax dan modus penipuan. Ingat untuk selalu: TAHAN, PASTIKAN, LAPORKAN," kata PT Taspen (Persero).
Penelusuran lembaga pemeriksaan fakta memperlihatkan rekayasa video berbasis AI juga sempat dimanfaatkan pelaku penipuan, di antaranya mencatut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
"Saya Prasetyo Hadi mau menyampaikan bahwa bantuan pensiunan sebesar 130 juta telah dihadirkan untuk para pensiunan. Bantuan ini bertujuan untuk apreasiasi para pensiunan yang telah mengabdi bertahun tahun, segera daftarkan diri Anda." kata narasi kecerdasan buatan dalam video hoaks yang mencatut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pemerintah sejauh ini hanya menyalurkan tunjangan tambahan resmi bagi para pensiunan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas.
"Jangan mudah percaya apa yang kamu lihat online, termasuk penipuan yang menjanjikan program bantuan pensiun dengan dalih untuk membantu ekonomi pensiunan di Indonesia," kata PT Taspen (Persero).
"Apakah Anda pensiunan atau calon pensiunan yang ingin mengetahui informasi mengenai layanan pensiun dari TASPEN? Kami siap membantu memberikan informasi terkait: Silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi dan panduan lebih lanjut." kata narasi unggahan penipuan di Facebook.
Masyarakat yang bermaksud mengonfirmasi kebenaran klaim seputar program purna tugas disarankan memantau saluran resmi lembaga pengelola jaminan sosial atau menghubungi layanan pelanggan resmi yang terverifikasi.
"馃挵 Kabar baik untuk para pensiunan!Program Dana Bantuan Kesejahteraan hadir di tahun 2026 馃帀Bisa bantu:鉁旓笍 Ringankan beban ekonomi鉁旓笍 Tambah modal usaha鉁旓笍 Bayar hutang鉁旓笍 Biaya pendidikan & kesehatan鈿狅笍 Kuota terbatas, jangan sampai kehabisan!馃搶 Segera daftar sekarang juga!" kata pesan penipuan pada unggahan Facebook.
Hingga saat ini, lembaga resmi pengelola dana pensiun seperti PT Taspen, PT Asabri, dan BPJS Ketenagakarjaan tidak pernah membuka pendaftaran bantuan tunai bernilai ratusan juta rupiah secara langsung melalui pesan pribadi media sosial.
"Silahkan Daftarkan Diri Anda Sekarang !!! Untuk info lebih lanjut silahkan inbox." kata akun Facebook palsu Pen1unan sejahtera hari tua.
"Assalamualaikum, saya Bu Sherly Gubernur Maluku Utara. Saya sangat mendukung program dari Pak Purbaya Sadewa, bagi yang sudah berjasa bagi negara, bantuan dana pensiunan. Saya sangat mendukung sekali." kata rekaman rekayasa video yang mengatasnamakan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos.
"Ayo ayo buruan daftarkan nama anda sebelum pendaftaran penuh karena bantuan dana pensiunan ini terbatas, untuk info segera hubungi admin melalui bio profil atau pesan langsung di TikTok" kata unggahan narasi video palsu yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Seluruh saluran resmi komunikasi PT Taspen hanya terpusat pada domain situs www.taspen.co.id serta akun media sosial yang telah terverifikasi secara resmi.