Harga Minyak Dunia Turun Level 84 Dolar AS per Barel

Share

Penurunan harga minyak mentah dunia hingga menyentuh level 84 dolar AS per barel berpotensi memicu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia. Penurunan harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober mencatatkan koreksi sebesar 2,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi pada 23 Juli 2026, ketika minyak Brent pengiriman September sempat melonjak ke level 100,07 dolar AS per barel. Penurunan pasokan global yang mereda menjadi pemicu utama melandainya harga minyak mentah saat ini.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa pergerakan harga minyak global akan langsung berdampak pada penentuan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang." ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memastikan bahwa harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Pemerintah juga menjamin harga LPG subsidi serta stok energi nasional berada dalam posisi aman sesuai standar minimum.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menetapkan penurunan harga BBM nonsubsidi sejak 1 Juli 2026. Dalam penyesuaian tersebut, Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp21.150 per liter, dan Dexlite disesuaikan menjadi Rp19.700 per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author