Istri di Malaysia Mogok Masak Usai Uang Belanja Dipotong Suami

Share

Keputusan seorang wanita di Malaysia untuk tidak lagi memasak bagi sang suami menjadi perbincangan hangat publik. Langkah tegas tersebut diambil akibat persoalan pembagian uang belanja rumah tangga. Kisah ini bermula dari curahan hati sang istri di platform Threads melalui akun @iceovertrust pada 31 Juli 2026, sebagaimana dikutip dari Detik Food.

Ia mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap suami yang dinilai tak menghargai pengorbanannya. Wanita itu mengaku hanya mendapat uang belanja sebesar RM350 atau sekitar Rp1,5 juta setiap bulan. Nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Kondisi finansial rumah tangga kian membebankan karena ia harus menanggung berbagai pengeluaran lain. Ia mengandalkan penghasilan pribadinya untuk membayar tagihan listrik, internet, hingga biaya sekolah anak.

Situasi ini membuat sang istri merasa lelah secara fisik dan mental. Ia menilai pengorbanannya dalam mengurus keperluan rumah tangga tidak lagi mendapat apresiasi yang layak dari suaminya. Saya lelah menyiapkan makanan untuk suami. Rasanya dia memanfaatkan saya dan gaji yang saya peroleh, tulisnya dalam unggahan tersebut.

Selain itu, ia membeberkan bahwa suaminya sering mengambil sebagian gajinya setiap pekan untuk kepentingan pribadi. Suaminya juga tak pernah berinisiatif membelikan makanan untuk sang istri. Jatah uang belanja bulanan yang diterimanya pun merosot drastis. Dahulu ia biasa menerima RM1.000 hingga RM1.200 atau sekitar Rp4,4 juta sampai Rp5,3 juta per bulan, sebelum akhirnya dipangkas menjadi RM350 bahkan pernah hanya RM150 (Rp660 ribu).

Meskipun memegang kartu bank milik suami, ia tidak pernah mengetahui secara pasti jumlah pendapatan pasangannya. Ia menduga sang suami sering mengambil uang muka gaji tanpa sepengetahuannya. Pernikahan yang telah berjalan selama sembilan tahun ini sebenarnya sempat harmonis.

Namun, keharmonisan tersebut perlahan memudar dan mulai memburuk dalam dua tahun terakhir. Pasangan ini sempat mendatangi petugas konseling untuk mencari jalan keluar. Pihak konselor saat itu menyarankan agar keduanya berupaya mandiri membenahi keretakan hubungan mereka.

Sebelum mengambil sikap mogok masak, sang istri tetap berusaha menyajikan makanan enak untuk keluarga meskipun dana terbatas. Namun, kini ia memilih menyetop kebiasaan itu karena kebaikannya dianggap sebagai kewajiban biasa.

Saat ini, wanita tersebut hanya membeli makanan untuk kebutuhan dirinya dan sang anak. Tindakan ini lantas mengundang beragam reaksi dari netizen, di mana sebagian mendukungnya dan sebagian lain menyarankan evaluasi keuangan secara terbuka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author