5 Fakta Bekasem Ikan, Kuliner Tradisi Maulid Keraton Kasepuhan
Published
·
2 Reads
Bekasem ikan merupakan olahan ikan fermentasi khas Cirebon yang diwariskan secara turun-temurun dan disajikan dalam perayaan Maulid Nabi di Keraton Kasepuhan. Berikut 5 fakta bekasem ikan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
- Sajian Tradisi Maulid Nabi — Bekasem ikan dibuat khusus menjelang peringatan Maulid Nabi dan menjadi bagian penting dari tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon.
- Pembuatannya Mengikuti Kalender Islam — Proses fermentasi dimulai pada 5 Safar dengan menyimpan ikan di dalam guci, kemudian guci baru dibuka sekitar 5 Mulud atau Rabiul Awal setelah proses fermentasi hampir satu bulan.
- Waktu Penyajian Khusus — Setelah difermentasi, ikan dicuci serta dijemur terlebih dahulu sebelum diolah, lalu disajikan bersama nasi jimat pada puncak perayaan Maulid Nabi.
- Pernah Disajikan untuk Wali Songo — Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, hidangan berbahan ikan pesisir ini dahulu juga disajikan untuk para Wali Songo.
- Dinobatkan jadi Warisan Budaya Takbenda — Pada tahun 2025, bekasem ikan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) nasional bersama dengan sega bogana.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author