Patrik Le Giang Perkuat Vietnam Usai Banding Regulasi FIFA Dikabulkan
Kiper naturalisasi keturunan Slovakia, Patrik Le Giang, membagikan perjuangan hukumnya bersama Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) untuk mendapatkan persetujuan FIFA agar dapat membela Timnas Vietnam pada ajang Piala AFF 2026.
Kiper berusia 33 tahun tersebut sempat terancam batal membela skuat The Golden Star Warriors akibat aturan kepindahan federasi pemain FIFA. Masalah mencuat karena pertandingan terakhirnya untuk Timnas Slovakia U-21 terjadi saat ia berusia 21 tahun dua bulan.
Sesuai regulasi lama FIFA, seorang pemain tidak diizinkan berganti federasi jika laga kelompok umur terakhirnya dilakukan setelah menginjak usia 21 tahun.
"Ketika saya menerima undangan pertama dari pelatih Kim Sang Sik untuk bergabung dengan tim nasional Vietnam, saya sudah siap dan bersedia bergabung. Namun, saya masih kekurangan satu dokumen terakhir," kata Le Giang.
Guna mengatasi kendala regulasi tersebut, penjaga gawang setinggi 1,88 meter itu langsung meminta bantuan tim hukumnya dari Asosiasi Pemain Sepak Bola Ceko (CAFH).
"Saya segera menghubungi kedua pengacara saya, Marketa Haindlova dan Jakub Porsch dari CAFH (Asosiasi Pemain Sepak Bola Ceko). Tanpa mereka, saya tidak akan mampu melakukan ini, dan saya akan selamanya berterima kasih kepada mereka," ujar Le Giang.
Tim pengacara menemukan aturan baru FIFA terbitan 2020 yang menyebutkan bahwa batasan usia lama tidak lagi mengikat pemain yang sudah bertahun-tahun tidak membela tim kelompok umur. Karena laga U-21 terakhirnya berlangsung 13 tahun lalu, permohonan perpindahan federasi yang diajukan VFF akhirnya dikabulkan FIFA.
"Aku tak akan pernah melupakan momen itu. Aku sedang duduk di dalam bus ketika teleponku berdering. Presiden klub meneleponku dan mengatakan bahwa FIFA telah menyetujui perubahan tersebut. Harus kuakui, saat itu aku merasa sangat lega dan bahagia hingga menangis," tutur Le Giang.
Setelah urusan administrasi rampung, Le Giang resmi menjalani debutnya dalam laga uji coba melawan Myanmar yang berakhir dengan kemenangan 4-0. Ia kemudian tampil penuh saat Vietnam melibas Timor Leste 7-0 pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Chonburi Stadium, Jumat (24/7/2026).
"Ini benar-benar perasaan yang tak terlukiskan. Saya telah menunggu hari ini selama lebih dari tiga setengah tahun sebenarnya, sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di Vietnam. Sejak hari pertama itu, saya naik pesawat dengan tujuan yang jelas. Saya tahu saya pergi untuk membangun sesuatu yang benar-benar baru dan memulai dari awal," jelas Le Giang.
Momen emosional tersebut diakui Le Giang sangat mengubah arah hidup dan karier sepak bolanya setelah resmi menjadi warga negara Vietnam pada Januari 2026.
"Pada dasarnya, itu mengubah seluruh hidup saya. Dan setelah sekian lama, akhirnya terjadi juga. Sebelum pertandingan, aku membayangkan seluruh perjalanan itu dalam pikiranku.
Bukan hanya tentang momen atau pertandingan spesifik itu, tetapi tentang semua yang telah terjadi sebelumnya. Itu adalah luapan emosi yang sangat kuat," kata Le Giang.
Ia menegaskan keberhasilannya menembus skuat utama tim nasional dipersembahkan untuk keluarga besarnya yang berada di Slovakia.
"Tentu saja. Saya memikirkan ayah saya, saudara laki-laki saya, ibu saya, seluruh keluarga saya, dan orang-orang terkasih saya. Mereka yang selalu berada di sisi saya dan mendukung saya sepanjang perjalanan ini. Pikiran-pikiran itu hampir selalu hadir dalam benak saya setiap kali lagu kebangsaan diputar selama setiap pertandingan," lanjut Le Giang.
Selain tampil di Piala AFF 2026, pemain klub Ho Chi Minh City Police FC ini juga memasang target membawa Vietnam berprestasi di Piala Asia 2027 hingga menembus putaran final Piala Dunia 2030.
"Kami adalah juara bertahan, tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa Vietnam belum pernah mempertahankan gelar ini sepanjang sejarahnya. Sekarang kami ingin mengubahnya," tegas Le Giang.
Vietnam yang berada di Grup A Piala AFF 2026 dijadwalkan bakal melakoni laga krusial menghadapi tuan rumah Timnas Indonesia pada 3 Agustus 2026.
"Impian setiap orang Vietnam saat ini adalah bosa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2030," ungkap Le Giang.
Wacana pertambahan kontestan Piala Dunia menjadi 64 tim dinilainya membuka peluang besar bagi negara-negara berkembang di Asia untuk unjuk gigi di pentas dunia.
"Dengan FIFA memperluas turnamen menjadi 64 tim, peluang bagi negara-negara berkembang di Asia untuk mengembangkan sepak bola semakin meningkat pesat. Namun, saya tidak ingin fokus pada tahun 2030 yang masih jauh saat ini. Saya hidup di masa sekarang," katanya.
Ia mengaku sudah tidak sabar untuk mendampingi Vietnam bersaing dengan tim-tim raksasa Asia dalam putaran final Kejuaraan Asia di Arab Saudi pada Januari 2027.
"Kami meraih kesuksesan besar dengan lolos ke final Kejuaraan Asia di Arab Saudi. Turnamen ini juga akan menampilkan pesaing seperti Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Turnamen ini untuk seluruh Asia, sama seperti Euro untuk Eropa," jelas Le Giang.
Guna memperlancar komunikasi dengan rekan-rekannya di lapangan, kiper yang menguasai bahasa Vietnam dan Portugis ini terus mengasah kemampuannya berinteraksi dalam berbagai bahasa saat bertanding.
"Ketika saya menjawab beberapa pertanyaan dalam bahasa Vietnam selama wawancara televisi, banyak orang terkejut. Cuplikan wawancara itu langsung viral di YouTube dan TikTok. Saya mempelajari semua instruksi penting di lapangan," ucap Le Giang.
Di klubnya, Le Giang bahkan memanfaatkan penguasaan frasa dasar bahasa Portugis untuk memberi instruksi kepada pemain bertahan asal Brasil.
"Menariknya, kami memiliki rekan setim asal Brasil di Ho Chi Minh City Police FC yang tidak berbahasa Inggris. Agar dapat mengarahkannya secara efektif dari gawang, saya juga mempelajari beberapa frasa dasar sepak bola dalam bahasa Portugis," kata Le Giang.
Integrasi strategi komunikasi antarpemain di lapangan menjadi modal penting baginya dalam mengawal gawang Timnas Vietnam.
"Terkadang selama pertandingan, saya menggabungkan tiga bahasa – Inggris, Vietnam, dan Portugis," tutur Le Giang.