PNKT Gelar Retret dan ToT di Sentul Bogor
Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) serta retret di Eco Edu Forest, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (31/7/2026). Agenda yang berlangsung hingga 2 Agustus ini diselenggarakan untuk menyamakan visi dan memperkuat soliditas pengurus, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Acara konsolidasi ini diikuti oleh 107 pengurus nasional dan 18 pengurus Karang Taruna tingkat provinsi. Di samping materi kepemimpinan dari lintas kementerian, panitia merangkaikan kegiatan dengan aksi sosial berupa pembagian perlengkapan sekolah di SDN Karangtengah 5 serta penyaluran air bersih untuk warga setempat.
Ketua Panitia Agus Maimun menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang demi menyelaraskan arah pergerakan organisasi. Para peserta juga dibekali kegiatan outbound untuk mempererat kebersamaan.
"Ujung dari retret ini adalah bagaimana seluruh pengurus menyatu sehingga memiliki gerak dan langkah yang sama dalam menjalankan organisasi," ujar Agus Maimun, Ketua Panitia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang hadir secara langsung mengapresiasi upaya konsolidasi organisasi yang dilakukan PNKT secara terstruktur. Ia menilai langkah ini sangat strategis bagi penguatan kepemimpinan hingga tingkat daerah.
"Kegiatan retret atau Training of Trainers ini nanti akan menjadi komandan, kompas, dan pemimpin daripada gerakan konsolidasi secara nasional," kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Budisatrio Djiwandono menekankan fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penyelenggaraan retret diharapkan mampu mendorong kontribusi aktif para pengurus di wilayahnya masing-masing.
"Kami berharap setelah kembali ke daerah, teman-teman membawa semangat baru dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Budisatrio Djiwandono, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna.
Pembukaan acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Adam Damanik, Mediator Ahli Madya Ditjen PHI Jamsostek Kemnaker Mujahidah Fauzi Islam, serta Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Andrianus Alla.