FIFA Tetap Lanjutkan Rencana Penjualan Saham Piala Dunia

Share

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menegaskan bakal tetap melanjutkan proses konsultasi terkait rencana pembukaan investasi swasta pada bisnis komersial turnamennya, termasuk Piala Dunia. Langkah ini diambil meski muncul penolakan keras dan ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola.

Sikap keras FIFA ini menyusul gelombang penolakan dari UEFA, CONCACAF, dan AFC yang khawatir masuknya modal swasta akan mengubah arah tata kelola olahraga. Pihak FIFA menyatakan pada Jumat (24/7/2026) bahwa konsultasi sempat terganggu oleh laporan media yang dinilai tidak akurat.

"Kami akan melanjutkan proses konsultasi ini untuk memastikan setiap asosiasi anggota memiliki kesempatan memberikan suara berdasarkan fakta," ujar FIFA yang dikutip BBC.

FIFA juga memberikan klarifikasi mengenai tuduhan menjual kompetisi utama sepak bola tersebut kepada pihak luar.

"Tidak ada yang menjual sepak bola. Ini bukan sesuatu yang akan dipertimbangkan FIFA," tegas FIFA.

Gagasan yang diusung Presiden FIFA Gianni Infantino ini berencana membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Berdasarkan dokumen JP Morgan, investor luar seperti Thrive Eternal yang dipimpin Joshua Kushner diizinkan membeli saham minoritas non-pengendali untuk mengelola hak komersial turnamen.

Di sisi lain, mantan penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas rencana komersialisasi tersebut.

"Kesepakatan yang buruk bagi asosiasi anggota FIFA, sepak bola, dan masa depan olahraga tersebut," kata Carlos Cordeiro kepada Sky News.

Penolakan terus meluas setelah AFC bergabung dengan UEFA dan CONCACAF untuk menentang proposal FFE. Gabungan ketiga konfederasi tersebut menguasai suara signifikan, sehingga mengancam batas minimal 106 suara dari total 211 anggota yang dibutuhkan Infantino untuk meloloskan skema investasi ini dalam pemungutan suara mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author