Kementerian Dalam Negeri Ajak Bantul Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Kolaborasi
Kementerian Dalam Negeri mengajak Pemerintah Kabupaten Bantul memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, disampaikan pada Jumat (31/7) di Bantul, DIY. Yusharto Huntoyungo, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, menyatakan bahwa sinergi lintas sektor penting agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi dapat dihilirisasi menjadi solusi bagi masyarakat. Menurut Yusharto, pemerintah daerah dapat menjadi pengguna hasil inovasi dari perguruan tinggi, sementara perguruan tinggi perlu bermitra dengan pemerintah daerah agar riset sesuai kebutuhan masyarakat.
"Bapak dan Ibu dari berbagai fakultas memiliki banyak inovasi yang apabila dikoneksikan dengan perangkat daerah pasti memiliki hubungan dan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat," ujar Yusharto.
Yusharto menambahkan, pihaknya terus mendorong kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai strategi hilirisasi inovasi, termasuk kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih yang melibatkan lebih dari seribu mahasiswa KKN menginisiasi inovasi di Kabupaten Kepulauan Yapen. Dalam pembekalan tersebut, BSKDN memperkenalkan lebih dari 200 inovasi daerah dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bantul, sebagai referensi bagi mahasiswa mengembangkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.
"Kemarin kami dengan Universitas Cenderawasih melepas seribu lebih mahasiswa KKN yang kita bekali sekitar 200-an lebih inovasi dari seluruh Indonesia, termasuk dari Bantul, untuk dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Demikian ini salah satu bentuk hilirisasi agar budaya inovasi berkembang luas," kata Yusharto. Yusharto juga menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi sejak pendidikan dasar dan menengah dengan menyediakan ruang bereksperimen, laboratorium, dan kompetisi inovasi untuk menyiapkan generasi inovator masa depan.
"Inovasi tidak bisa dikembangkan sendiri, artinya butuh kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya. Berita ini dilansir dari Detikcom.